Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Alwi Shihab mengungkapkan peran penting pendidikan dalam menangkal radikalisme di Indonesia. Menurutnya, tanpa pendidikan, pemahaman inklusif mengenai agama akan sia-sia.
“Pada intinya, pendidikan adalah kata kunci. Tanpa pendidikan, sulit untuk menembus pikiran orang-orang yang terpengaruh pandangan radikal, yang semuanya didasarkan pada tokoh agama yang keras.”
Alwi Shihab menegaskan, salah satu pandangan radikal yang ada saat ini adalah tidak boleh mengucapkan selamat untuk agama lain. Padahal, sebenarnya tidak ada larangan untuk itu. Untuk membahas hal ini, nanti akan ada sekitar 50 pemateri tingkat internasional dan nasional yang akan membahas upaya penguatan kolaborasi multiagama di tengah berbagai tantangan dunia saat ini dalam forum Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) pada 10-11 Juli 2024 di Jakarta.








Leave a Comment