Bakesbangpol Ngawi Cegah Penyebaran Radikalisme dan Aksi Terorisme

Harakatuna

22/08/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Ngawi – Aksi terorisme selalu menyisakan luka mendalam bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang menjadi korban. Setiap serangan teror tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan jejak trauma yang sulit dihilangkan.

Untuk itu, penting bagi masyarakat untuk mengenang dan memberikan penghargaan kepada korban terorisme, sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Menurutnya dengan mengenang penderitaan korban terorisme dapat menghindarkan seseorang dari pengaruh aksi terorisme.

Di Kabupaten Ngawi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) senantiasa berupaya mencegah berkembangnya terorisme di wilayah kerjanya. Kepala Bakesbangpol Ngawi, Kusumahadi Widjajanto, menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak keamanan, khususnya TNI dan Polri, terus dilakukan secara intensif.

“Kami selalu berkoordinasi dengan TNI/Polri, ada jejaring intelijen yang kita bangun. Juga penguatan ke desa-desa, tamu harap lapor itu benar-benar kita tekankan untuk dilaksanakan,” ujar Antok sapaannya.

Dalam upaya pencegahan, Bakesbangpol Ngawi juga memberikan perhatian khusus pada daerah perbatasan, terutama yang berbatasan langsung dengan provinsi lain. Antok menyebut bahwa daerah perbatasan memiliki potensi kerawanan lebih tinggi sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra.

“Kalau bicara kerawanan, kami memang meletakkan di perbatasan dengan daerah lain, utamanya batas provinsi,” lanjutnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kepedulian akan membuat masyarakat lebih peka dengan gerak-gerik mencurigakan. Upaya pencegahan ini bukan tanpa alasan. Pada tahun 2023 lalu, penangkapan terduga teroris pernah terjadi di wilayah Kabupaten Ngawi, menjadi pengingat bahwa ancaman terorisme dapat muncul kapan saja dan di mana saja.

“Tolong kepedulian itu ditingkatkan. Kalau kita keluar rumah, kiri kanan ada apa diperhatikan. Kalau ada yang aneh, segera lapor RT RW. Kalau anehnya terlalu mencolok atau menakutkan, laporkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” tegas Kusumahadi.

Dengan memperingati Hari Peringatan dan Penghargaan Korban Terorisme, 21 Agustus, Bakesbangpol Ngawi berharap masyarakat semakin waspada dan aktif dalam mendukung upaya pencegahan terorisme, demi keamanan dan kedamaian bersama.

Leave a Comment

Related Post