Skip to content
Harakatuna.com
  • X
  • Instagram
CTA Button

  • Editorial
  • CNRCT
  • Agenda
  • Khazanah
    • Inspiratif
    • Ekonomi Syariah
      Artikel yang membahas tentang ekonomi syariah
    • Literasi
    • Opini
    • Perempuan
    • Perspektif
    • Resensi Buku
    • Resonansi
    • Suara Pembaca
    • Telaah
  • Asas-asas Islam
    • Akhlak
    • Al-Qur’an
    • Fikih Islam
    • Hadist
    • Ibadah
    • Sirah Nabawiyah
    • Syariah
    • Tafsir
    • Tasawuf
  • Akhbar
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
  • Islam dan Timur Tengah
    • Islam dan Kebangsaan
    • Ulasan Timur Tengah
  • Milenial Islam

Muallifah

Aktivis perempuan. Bisa disapa melalui Instagram @muallifah_ifa
Pemerintah dan Tanggung Jawab Memberantas Ideologi Khilafah

Pemerintah dan Tanggung Jawab Memberantas Ideologi Khilafah

Harakatuna.com- Bagaimana hubungannya agama dengan negara? Pertanyaan ini seebnarnya ada. sejak zaman baheula menjadi perbincangan hangat bagi para pejuang khilafah yang hari ini

by

Muallifah

20/06/2023

Salah Paham Makna Kebebasan Berekspresi dari Aktivis Radikal

Salah Paham Makna Kebebasan Berekspresi dari Aktivis Radikal

Harakatuna.com- Andai kita dapat hidup hanya dengan roti dan air, maka hidup kita sudah menyenangkan, bahkan lebih dari menyenangkan. Akan tetapi kebutuhan hidup

by

Muallifah

17/06/2023

Mengapa Orang Menggunakan Cadar?

Menilik Alasan Perempuan Menggunakan Cadar

Harakatuna.com- Quraish Shihab, dalam penelitiannya menjelaskan bahwa cadar yang dipakai oleh para Muslimah saat ini bukanlah tradisi yang diturunkan oleh masyarakat Arab. Sebab

by

Muallifah

15/06/2023

Pondok Pesantren Wahabi: Lembaga Pendidikan yang Membunuh Nasionalisme

Pondok Pesantren Wahabi: Lembaga Pendidikan yang Membunuh Nasionalisme

Harakatuna.com- Wahabisme, merupakan aliran keagamaan yang seringkali mendapatkan kritikan, penolakan karena ajaran-ajarannya yang tidak sesuai dengan konteks sosial dan zaman. Dalam konteks yang

by

Muallifah

13/06/2023

Seni Bertahan Hidup ala Istri Mantan Napiter Jika kita sering berjumpa dengan buku-buku tentang seni memahami wajah, seni memahami emosi, dan sejenisnya, sepertinya kita perlu mengetahui bagaimana seni bertahan hidup ala istri mantan napiter. Mengapa ini penting? Pada tulisan sebelumnya, saya pernah membahas kisah Ratna Sari Nasution, istri Zen Effendi, mantan napiter yang pernah terlibat dalam pengeboman di Aceh. Kisah Ratna menyiratkan pesan yang sangat mendalam, bagaimana kehidupan istri napiter ketika suaminya berada di penjara ataupun pasca suaminya dipenjara. Selain mendapatkan pengucilan dari tetangga, dan lingkungannya, Ratna begitu struggle dengan caranya membesarkan hidup seorang diri bersama sang anak disaat semua informasi tentang suaminya bisa diakses secara publik melalui google lalu sang anak juga bisa membaca berita tersebut. Melalui kisah Ratna, sepertinya kita perlu melihat bagaimana sosok-sosok Ratna yang lain, yang mengalami pengalaman serupa ketika sang suaminya menjadi napiter. Memahami kisah hidup Ratna, ada beberapa seni yang harus dimiliki, di antaranya: Pertama, regulasi emosi. Ini adalah kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan. Regulasi emosi artinya dapat mengendalikan diri meskipun sedang kesal, empsi ataupun merasa cemas, sedih, dll. Ekspresi emosi baik positif ataupun negatif sebenarnya hal lumrah dimiliki oleh seseorang. Ekspresi emosi yang tepat juga merupakan salah satu kemampuan individu yang resilien. Seseorang yang resilien dan memiliki regulasi emosi setidaknya harus memiliki ketenangan dan fokus. Dua hal ini merupakan hal penting yang dimiliki oleh seseorang sehingga mengurangi stress. Kedua, pengendalian impuls. Ini adalah kemampuan mengendalikan keinginan, dorongan, kesukaan serta tekanan yang muncul dari dalam diri seseorang. perubahan emosi seseorang merupakan hal wajar, apalagi dalam kondisi tersebut istri para teroris adalah individu yang sangat rentan mengalami bully, penghakiman, cibiran, dll. Ketiga, individu yang resilien adalah orang yang optimis. Mereka memiliki harapan untuk masa depan yang lebih dibandingkan dengan hari ini. menjalani kehidupan hari ini yang cukup amburadul, tidak membuat seseorang patah semangat. Sikap optimis ini ditampikan oleh para istri teroris dengan melihat arah lebih baik di masa yang akan datang. Optimisme mengimplikasikan bahwa individu percaya bahwa ia dapat menangani masalah-masalah yang muncul pada masa yang akan datang. Keempat, empati. Sikap ini merepresentasikan bahwa individu mampu membaca tanda-tanda psikologis dan emosi dari orang lain. Empati mencerminkan seberapa baik individu mengenali keadaan psikologis dan kebutuhan emosi orang lain. Sikap ini ditampilkan kepada sang anak untuk menjelaskan kondisi ayahnya dengan melakukan pendekatan yang cukup sesuai kondisi anaknya tersebut. Kelima, analisis penyebab masalah. Ini merupakan bentuk gaya berpikir seseorng untuk menjelaskan hal baik dan buruk yang terjadi. dalam konteks istri teroris, mereka mampu keluar dari jeratan masalah dengan memulai usaha-usaha yang lain. Ratna tetap berpikir dan bertindak untuk terus hidup dengan bekerja agar mampu menghidupi dengan anaknya. Hal ini sama juga seperti Nurul Kholisoh, istri teroris yang terus berikhtiar untuk bekerja agar mampu menghidupi anaknya disaat suaminya berada di dalam penjara. Kenyataan ini membuktikan bahwa, para istri napiter memiliki kemampuan untuk menganalisis penyebab masalah dengan tidak bergabung kepada keadaan. Mereka adalah orang yang cukup struggle untuk menerima keadaan dengan seni-seni bertahan hidup melalui upaya tersebut. Keenam, efikasi diri. Ini merupakan keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi dan memecahkan masalah dengan efektif. Efikasi diri juga berarti meyakini diri sendiri mampu berhasil dan sukses. Individu dengan efikasi diri tinggi memiliki komitmen dalam memecahkan masalahnya dan tidak akan menyerah ketika menemukan bahwa strategi yang sedang digunakan itu tidak berhasil. Efikasi diri ini diwujudkan dengan bagaimana cara istri teroris untuk tetap kuat dan tangguh menghadapi cibiran, bully-an bahkan penghakiman dari masyarakat. Ketujuh, peningkatan aspek kognitif. Ini merupakan kemampuan yang meliputi peningkatan aspek positif dalam hidup. Individu yang meningkatkan aspek positif dalam hidup, mampu melakukan dua aspek ini dengan baik, yaitu: Mampu membedakan risiko yang realistis dan tidak realistis. Selain itu, harus memiliki makna dan tujuan hidup serta mampu melihat gambaran besar dari kehidupan. Individu yang selalu meningkatkan aspek positifnya akan lebih mudah dalam mengatasi permasalahan hidup, serta berperan dalam meningkatkan kemampuan interpersonal dan pengendalian emosi. Para istri teroris memiliki kemampuan meningkat aspek koginitif dengan berbagai hal termasuk, selalu berikhtiar untuk menjalani kehidupan, menemani suaminya meskipun sudah dipenjara ataupun terus berjuang bertahan hidup untuk keutuhan keluarganya. Istri napiter

Cara Bertahan Hidup ala Istri Mantan Napiter

Harakatuna.com-Jika kita sering berjumpa dengan buku-buku tentang seni memahami wajah, seni memahami emosi, dan sejenisnya, sepertinya kita perlu mengetahui bagaimana seni bertahan hidup

by

Muallifah

10/06/2023

Bagaimana Upaya Pemerintah dalam Optimalisasi Strategi Pencegahan Terorisme?

Bagaimana Upaya Pemerintah dalam Optimalisasi Strategi Pencegahan Terorisme?

Harakatuna.com- Global Terrorism Index (GTI) adalah sebuah alat pengukur aktivitas terorisme di seluruh dunia. Tolok ukur GTI meliputi jumlah serangan teroris, korban jiwa,

by

Muallifah

08/06/2023

Older posts
Newer posts
← Previous Page1 … Page43 Page44 Page45 … Page109 Next →

Latest Post

28/03/2026

Menangkap Ide dengan Cara Mencatatnya

27/03/2026

Nicolas Maduro Ajukan Permohonan Pembatalan Dakwaan Narco-Terorisme

EKSTREMISME DIGITAL

27/03/2026

Ketika Scroll jadi Radikalisasi: Wajah Baru Ekstremisme di Era Digital

Popular

Densus 88 Tangkap Terdugga Teroris Afiliasi JI

Bus Pembawa Anak-Anak Jadi Target Bom Saudi di Yaman, 29 Orang Tewas

Catatan Akhir Tahun 2019: Terorisme Musuh Semua Negara dan Agama

Dalil Doa dan Amalan Mengusap Mata Saat Adzan

Makna Rahmat dalam Al-Qur’an Al-Karim

Bagi Istri, Ridho Allah Itu Ada Pada Ridho Suami

Hadis Nabi, Di Akhir Zaman Islam Tinggal Nama Saja

Berapa Usia Para Istri Rasulullah Ketika Dinikahi? Ini Jawabannya

Blog Categories

Nav Link

Helping our Clients Dedicated Team UX/UI designers New Startups

Follow Us

  • Instagram
  • X
  • LinkedIn

Harakatuna ©2026

Maintenance and Developed by Pondokgue Digital

Contact Me About Me All Post Submit Post
CTA Button