AS Prihatin Ekspansi Al Qaeda dan ISIS, Tegaskan Komitmen Perangi Terorisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

25/08/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Baghdad – Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad menyatakan keprihatinannya atas berlanjutnya aktivitas dan ekspansi wilayah yang dilakukan oleh kelompok militan Al Qaeda dan Islamic State (ISIS). Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (23/8), AS menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan kemitraan dengan sekutu serta aktor regional dalam upaya memerangi terorisme.

Pernyataan tersebut merujuk pada unggahan Biro Urusan Organisasi Internasional Departemen Luar Negeri AS di media sosial X (sebelumnya Twitter), yang juga menyampaikan apresiasi terhadap negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang terus memberikan tekanan terhadap kelompok teroris, khususnya di wilayah Irak, Suriah, dan Somalia.

“Upaya kolektif ini telah mempersempit ruang gerak kelompok seperti Al Qaeda dan ISIS, dan membatasi kemampuan mereka untuk melakukan operasi lintas negara,” tulis Kedubes AS.

Menanggapi pernyataan tersebut, juru bicara Pasukan Kontraterorisme Irak, Sabah al-Numan, mengatakan bahwa kelompok ISIS sudah tidak lagi menjadi ancaman nyata di dalam negeri.

“ISIS kini dalam kondisi lumpuh berkat kewaspadaan tinggi dan operasi harian yang dilakukan pasukan keamanan Irak,” ujar al-Numan dalam wawancara dengan kantor berita resmi INA, seperti dikutip oleh Anadolu Agency, Minggu (24/8).

Ia juga menegaskan bahwa situasi keamanan di sepanjang perbatasan Irak berada dalam kendali penuh, dan ketegangan regional saat ini tidak berdampak langsung pada stabilitas nasional.

Sementara itu, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pekan ini, Duta Besar AS untuk PBB, Dorothy Shea, menegaskan bahwa Washington terus meningkatkan kampanye global kontra-terorisme. Fokus utama AS saat ini, menurutnya, adalah menghancurkan struktur organisasi kelompok militan dari akar, termasuk pimpinan, infrastruktur, hingga jaringan keuangan mereka.

“Keberhasilan penting telah dicapai, termasuk eliminasi sejumlah perencana serangan tingkat tinggi ISIS di Somalia, Irak, dan Suriah,” kata Shea dalam pidatonya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menahan seorang tersangka utama yang diduga bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di Gerbang Abbey, Kabul, Afghanistan, pada Agustus 2021 — serangan yang menewaskan sedikitnya 13 tentara AS dan diklaim oleh ISIS.

“Tindakan ini menunjukkan komitmen kuat kami untuk membongkar jaringan teroris dan menjaga keamanan internasional,” tegasnya.

Shea menambahkan bahwa AS terus bekerja sama dengan mitra internasional dalam berbagai aspek, termasuk pertukaran intelijen dan pelaksanaan operasi bersama, guna memperkuat sistem keamanan global serta mencegah penyebaran ideologi ekstremis.

Leave a Comment

Related Post