AS Klaim Intensifkan Serangan ke Basis ISIS di Suriah

Ahmad Fairozi, M.Hum.

07/02/2026

2
Min Read
AS Klaim Intensifkan Serangan ke Basis ISIS di Suriah

On This Post

Harakatuna.com. New York City – Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target ISIS di Suriah dalam sepekan terakhir. Langkah ini merupakan kelanjutan dari respons Washington atas serangan mematikan terhadap pasukan AS dan mitranya di Palmyra pada Desember lalu. Operasi tersebut menegaskan komitmen AS untuk menekan kebangkitan jaringan ISIS di kawasan konflik Suriah yang masih belum sepenuhnya stabil.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebutkan bahwa operasi itu mencakup lima serangan terpisah yang dilakukan antara 27 Januari hingga 2 Februari. “Pasukan CENTCOM menemukan dan menghancurkan situs komunikasi ISIS, simpul logistik penting, serta fasilitas penyimpanan senjata,” demikian pernyataan CENTCOM yang disampaikan pada Rabu, menegaskan fokus serangan pada infrastruktur utama kelompok teroris tersebut.

Serangan terbaru ini menjadi bagian dari rangkaian operasi berkelanjutan AS terhadap ISIS, yang hingga kini masih mempertahankan kantong-kantong kekuatan di wilayah yang berada di luar kendali penuh Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa. Al-Sharaa sebelumnya menyatakan kesediaan pemerintahannya untuk bekerja sama dengan Washington dalam agenda kontra-terorisme guna menekan aktivitas kelompok ekstremis bersenjata.

Selain operasi militer, AS juga mengambil langkah pengamanan dengan memindahkan sekitar 150 tahanan terkait ISIS dari Suriah ke fasilitas yang lebih aman di Irak. Washington juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah Suriah untuk mengintegrasikan kelompok Kurdi ke dalam institusi negara. Integrasi tersebut mencakup sektor keamanan, termasuk keterlibatan dalam struktur militer nasional Suriah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya berjanji akan memberikan respons tegas atas serangan ISIS pada 13 Desember lalu. Ia bahkan menghadiri upacara pemulangan jenazah, atau “dignified transfer”, di Pangkalan Udara Dover, Delaware. Upacara itu digelar saat dua tentara AS dan seorang penerjemah yang tewas dalam serangan tersebut dipulangkan ke tanah air.

Beberapa hari setelah serangan Desember itu, AS melancarkan serangan udara terhadap lebih dari 70 target ISIS di seluruh Suriah. CENTCOM menyatakan bahwa dalam operasi lanjutan, pasukan AS dan sekutu berhasil “membunuh atau menangkap sekitar 25 anggota ISIS”. Militer AS menegaskan operasi ini merupakan “komitmen berkelanjutan untuk memberantas terorisme dan melindungi pasukan serta sekutu di kawasan”.

Leave a Comment

Related Post