Arab Saudi Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan dengan Pakistan

Redaksi Harakatuna

15/09/2019

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Arab Saudi – Pakistan dan Arab Saudi membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dan keamanan. Kedua negara ini pada Kamis (12/9) ketika menegaskan kembali dukungannya terhadap pembangunan kapasitas Angkatan Darat Saudi.

“Penegsaan itu dinyatakan  Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa. Ia mengemukakan pendapatnya ketika bertemu dengan penasihat militer Departemen Pertahanan Saudi Mayjen Talal Abdullah Al-Otaibi di markas tentara di kota Rawalpindi, kota garnisun,” kata pernyataan militer, Anadolu Agency melaporkan.

Perkembangan itu terjadi beberapa hari setelah kunjungan Menteri Negara Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir yang bersama dengan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab dan Menteri Kerjasama Internasional Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin tinggi Pakistan dalam upaya untuk membendung kemarahan Islamabad atas reaksi ringan negara-negara itu  terhadap sikap India yang kontroversial di Kashmir.

“Pertemuan tersebut membahas hal-hal yang menjadi kepentingan bersama, keamanan regional dan nasional. Serta langkah-langkah untuk lebih meningkatkan kolaborasi pertahanan bilateral, termasuk program pertukaran pelatihan,” pernyataan itu menambahkan.

“Kunjungan pejabat-pejabat tinggi militer ini juga bermakna mengakui kontribusi berharga Angkatan Darat Pakistan, khususnya terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan,” katanya.

Duta Besar Saudi untuk Pakistan Nawaf Saeed Al Malkiy juga hadir pada pertemuan tersebut. Riyadh dan Islamabad telah lama mempunyai kerjasama dalam pertahanan dan ekonomi. Mantan Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Raheel Sharif. Dirinya saat ini menjabat sebagai komandan Koalisi Kontra Terorisme Militer Islam, aliansi anti-terorisme 39-negara.

Pada bulan Februari 2018, Pakistan dilaporkan telah mengirim lebih dari 1.000 tentara ke Arab Saudi untuk bergabung dengan 1.100 tentara yang telah ditempatkan di Kerajaan tersebut sejalan dengan protokol keamanan 1982 antara kedua negara.

Related Post