Arab Saudi Tegaskan Dukungan Penuh Solusi Dua Negara dalam Konflik Palestina-Israel

Ahmad Fairozi, M.Hum.

24/09/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. New York — Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan dalam konflik Palestina-Israel. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi perdamaian yang dipimpin oleh Arab Saudi bersama Prancis, di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di New York, Senin (22/9).

Mewakili Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menyerukan pengakuan global terhadap negara Palestina serta mendesak dihentikannya agresi militer Israel di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem. “Hanya melalui solusi dua negara, rakyat Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan,” ujar Pangeran Faisal, seperti dilansir Arab News, Selasa (23/9).

Pangeran Faisal juga menyampaikan apresiasi terhadap hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB yang menghasilkan Deklarasi New York—sebuah resolusi tentang penyelesaian damai konflik Palestina—yang mendapat dukungan dari 142 dari total 193 negara anggota PBB. “Dukungan mayoritas negara anggota ini mencerminkan tekad kuat komunitas internasional untuk menegakkan keadilan bagi bangsa Palestina dan melindungi hak-hak historis serta hukumnya,” tegasnya.

Arab Saudi menyatakan kesiapannya untuk terus bekerja sama dengan Prancis dan negara-negara lain yang mendukung proses perdamaian, termasuk menindaklanjuti hasil konferensi guna menghentikan perang yang terus berkecamuk di Gaza.

Lebih jauh, Riyadh menegaskan pentingnya percepatan pembentukan negara Palestina yang merdeka, dengan batas wilayah berdasarkan perbatasan sebelum 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. “Pengakuan terhadap negara Palestina bukan hanya soal keadilan, tetapi juga kunci utama bagi tercapainya stabilitas dan keamanan jangka panjang di kawasan Timur Tengah,” tutur Pangeran Faisal.

Ia juga mengapresiasi langkah sejumlah negara yang telah secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, serta mendorong negara lain untuk segera melakukan hal serupa. “Langkah ini akan membawa perdamaian menyeluruh dan permanen, yang memungkinkan kawasan Timur Tengah menikmati stabilitas dan kemakmuran yang aman dan damai,” tambahnya.

Konflik Palestina-Israel telah berlangsung lebih dari tujuh dekade, dengan berbagai upaya diplomatik yang belum membuahkan hasil permanen. Sejak awal tahun 2025, eskalasi militer di Gaza kembali meningkat, menewaskan ribuan warga sipil dan menghancurkan infrastruktur vital di wilayah tersebut.

Arab Saudi sendiri telah lama mengusung Inisiatif Perdamaian Arab, yang pertama kali diperkenalkan pada 2002. Inisiatif ini menekankan pembentukan negara Palestina merdeka sebagai bagian dari perdamaian komprehensif dan pengakuan timbal balik antara negara-negara Arab dan Israel.

Leave a Comment

Related Post