Harakatuna.com. Riyadh – Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Waleed bin Abdulkarim al-Khereiji, menegaskan dukungan penuh Kerajaan Arab Saudi terhadap langkah Suriah dalam memulihkan stabilitas, persatuan nasional, dan keamanan negara tersebut. Dukungan itu disampaikan bersamaan dengan keikutsertaan Suriah dalam Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS.
Pernyataan tersebut disampaikan al-Khereiji saat berbicara dalam pertemuan para direktur politik Koalisi Internasional Anti-ISIS yang digelar di Riyadh, Senin (9/2/2026). Ia menyambut positif partisipasi Damaskus yang dinilainya sebagai langkah penting bagi kepentingan rakyat Suriah dan stabilitas kawasan.
“Langkah Suriah menuju rekonsiliasi nasional dan penguatan keamanan merupakan upaya yang sejalan dengan kepentingan rakyat Suriah serta stabilitas regional,” kata al-Khereiji.
Ia menyoroti bahwa keberadaan sisa-sisa militan ISIS di Suriah dan Irak masih memperumit tantangan keamanan, kemanusiaan, dan politik. Oleh karena itu, al-Khereiji menekankan pentingnya peningkatan koordinasi di antara negara-negara anggota koalisi guna melindungi warga sipil dan mencegah kebangkitan kembali kelompok ekstremis tersebut. “Koordinasi yang lebih erat di antara anggota koalisi sangat dibutuhkan untuk menghadapi ancaman ISIS dan memastikan perlindungan bagi masyarakat sipil,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, al-Khereiji juga mengapresiasi kerja sama Irak dengan koalisi internasional. Ia turut menyambut langkah Suriah yang mengambil tanggung jawab atas pusat-pusat penahanan dan kamp pengungsian yang menampung anggota ISIS beserta keluarga mereka. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan stabilitas jangka panjang.
Selain itu, Arab Saudi menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF). Kesepakatan tersebut mencakup integrasi lembaga-lembaga administrasi lokal ke dalam kerangka negara Suriah.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Hassan al-Shaibani dan Kepala Intelijen Suriah Hussein al-Salama. Di sela agenda, al-Shaibani juga melakukan pertemuan dengan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Suriah, Tom Barrack, serta Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.
Pertemuan di Riyadh ini menjadi momen bersejarah karena menandai partisipasi pertama Suriah dalam Koalisi Internasional untuk Mengalahkan ISIS sejak koalisi tersebut dibentuk pada 2014.








Leave a Comment