Harakatuna.com – Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan dengan perseteruan antara Lolly dan ibunya, Nikita Mirzani. Konflik ini berawal ketika Lolly disekolahkan di luar negeri dengan biaya yang tidak sedikit. Namun, bukannya fokus pada studinya, Lolly justru sering bolos dan tidak menyelesaikan pendidikannya dengan baik. Ia malah memilih menjalin hubungan dengan seorang pria asal Indonesia bernama Vadel.
Sikap Lolly yang menentang ibunya memicu kemarahan warganet. Banyak dari mereka bahkan menyebut bahwa Lolly lebih buruk daripada Malin Kundang—tokoh legenda yang dikutuk menjadi batu karena durhaka kepada ibunya. Meski komentar netizen ini mungkin tidak sepenuhnya serius, namun penting untuk diingat bahwa melawan orang tua, terutama ibu, adalah tindakan tercela.
Dalam Islam, bakti seorang anak kepada ibunya lebih diutamakan daripada kepada ayah. Ini karena ibu menanggung beban yang jauh lebih berat, mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, hingga membesarkan anak. Semua itu membutuhkan usaha yang luar biasa. Karena itu, sangat tidak pantas bagi seorang anak untuk durhaka atau melawan orang tuanya, apalagi ibu.
Bagaimana jika ibu tersebut memiliki sifat yang kurang baik? Apakah anak tetap harus berbakti? Jawabannya, iya. Seorang anak tetap harus berbakti kepada orang tuanya, meski mereka mungkin tidak selalu baik. Namun, anak bisa mengingatkan orang tuanya dengan kata-kata yang lembut, bukan dengan memarahi atau berkata kasar.
Dalam Al-Qur’an disebutkan: “Jika salah seorang di antara keduanya, atau kedua-duanya, sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, tetapi ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS Al-Isra: 23-24).
Ayat ini mengajarkan bagaimana cara seorang anak berbakti kepada orang tuanya. Pertama, anak tidak boleh menolak perintah orang tua selama perintah itu baik. Apa yang diperintahkan orang tua umumnya mengarah pada kebaikan. Orang tua tidak akan tega menjerumuskan anaknya ke dalam kesesatan, karena anak adalah bagian dari diri mereka sendiri. Bagaimana mungkin seorang orang tua tega merugikan dirinya sendiri?
Kedua, anak harus berbicara dengan perkataan yang baik dan penuh penghormatan. Perkataan yang mulia ini tidak hanya berarti lembut, tetapi juga bermanfaat. Kehadiran seorang anak seharusnya menjadi sumber ketenangan dan kenyamanan bagi orang tua. Rezeki bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga anak yang saleh. Anak yang saleh selalu mendoakan dan berbuat baik kepada orang tuanya.
Kembali ke kasus Lolly, langkah yang diambil Nikita untuk menjemput anaknya dari apartemen tempat Lolly hidup bebas adalah keputusan yang tepat. Selama hidup bebas, Lolly diketahui telah melakukan aborsi sebanyak dua kali, yang jelas sudah melewati batas. Ini saatnya bagi Lolly untuk dinasihati agar bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
Memberikan nasihat kepada anak, terutama oleh seorang ibu, adalah bagian dari jihad fi sabilillah. Jihad tidak hanya terbatas pada perang fisik, tetapi juga mencakup segala perbuatan positif, termasuk menasihati. Dalam surat Al-Asr, Islam memerintahkan manusia untuk saling menasihati dalam kebenaran agar tidak tersesat, dan jika sudah tersesat, segera kembali ke jalan yang benar.
Sebagai penutup, jihad orang tua adalah mengantarkan anaknya menjadi manusia yang beriman dan saleh. Manusia yang saleh adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain, termasuk kepada orang tuanya sendiri. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.”[] Shallallahu ala Muhammad.








Leave a Comment