Harakatuna.com – Potret buram anak-anak dalam lingkungan khilafah semakin memiriskan. Mereka terabaikan dalam bimbingan untuk hidup yang moderat. Tidak ada jaminan keamanan dan kedamaian dalam ajaran dan praktik hidup anak.
Kehidupan mereka hanya diwarnai oleh kehidupan yang radikalistik dan penuh ekstrimitas. Mereka tiap harinya bekerja untuk dan yang mengutamakan pemenuhan kebutuhan agama yang fatalistik.
Tidak Memberi Keamanan
Lingkungan dan negara juga telah abai memberikan jaminan keamanan kepada anak. Kehidupan masyarakat yang diwarnai oleh kehidupan materialistis dan hedonistik telah membentuk individu yang mengutamakan pemenuhan kebutuhan jasmani. Ringannya hukuman bagi pelaku kejahatan terhadap anak menjadi bukti tambahan lemahnya jaminan negara atas keamanan anak.
Tercerabutnya ajaran moderat dari anak dan mudahnya melakukan tindakan kekerasan-radikal anak menjadi bukti tambahan bahwa ajaran khilafah adalah hal yang membahayakan. Anak menjadi lemah dari sisi kemanusiaan dan perihal nasionalisme.
Semua itu adalah buah dari sistem khilafahisme. Sistem ini membawa kerusakan pada masyarakat dan meruntuhkan sendi-sendi kehidupan manusia. Sistem ini membuat manusia tidak lagi menjadi mulia karena perilakunya seperti binatang: merusak, mencakar dan membunuh sesama manusia.
Sistem ini hanya memperhatikan aspek kebenaran sepihak, sementara mengabaikan bahkan mencela ajaran keagamaan yang lainnya. Karena itulah sistem khilafah yang merusak anak ini perlu dibuang jauh-jauh dan tetap mengistimewakan serta menjalankan-menguatkan sistem demokrasi Pancasila.
Tidak Butuh Khilafah
Untuk mengupayakan kehidupan moderat dan mewujudkan keluarga yang tenteram dan bahagia membutuhkan peran sistem yang moderat juga. Sistem moderat hanyalah sistem Pancasila, dan karena itu kita tidak membutuhkan sistem khilafah.
Upaya menggempur sistem moderat ini memang telah nyaring kita dengar. Mereka mencoba meracuni pemikiran-pemikiran yang merusak anak dengan ajaran ekstrem-radikal. Mereka juga mengupayakan pemenuhan ekonomi meski sebenarnya dalam praktiknya hanya berisi janji-janji dan tipu-tipu.
Karena itu, tidak jarang mereka melakukan transaksi gelap, seperti pencurian uang di masjid, menyisipkan kotak amal di tempat makan dan pengajuan proposal kepada semua pihak atas nama agama. Semuanya itu dipakai untuk kebutuhan jihad khilafah.
Untuk itu, sungguh sangat ringkih pengelolaan sistem khilafah ini. Sistem politik khilafah tidak memiliki kemampuan untuk memberikan solusi atas semua persoalan, baik individu, keluarga, maupun masyarakat. Inilah yang terjadi di masyarakat.
Tidak Menjadi Perisai
Sistem khilafah tidak mampu membendung gejolak politik Barat. Bahkan mereka juga tidak mampu mengelola ekonomi dan permasalahan di internal mereka. Sudah terlihat secara nyata bahwa mereka hingga kini masih berjalan dalam segudang problem sehingga kelompoknya memiliki kehidupan yang tidak baik: penuh kerusakan, kekerasan, kemungkaran, dan kejahatan.
Penerapan sistem khilafah hanya menjadi problem manusia Indonesia. Kualitas khilafah ini tidak bisa menjadi junnah (perisai), yang bisa bertanggung jawab dalam melindungi rakyatnya. Mereka tidak bisa melindungi rakyatnya, termasuk anak-anak dan orang-orang yang terpinggirkan.
Sungguh celakalah bila generasi kita masih mengagungkan sistem perusak ini. Masihkah berharap pada sistem khilafah yang sungguh telah gagal melindungi rakyatnya bahkan dalam masalah internalnya sendiri? Langkah nyata mereka selama ini hanya berjanji dan berjanji.








Leave a Comment