Alasan Dibalik Adanya Unsur Tanah Penciptaan Nabi Adam

Harakatuna

11/04/2020

2
Min Read

On This Post

Ibn Katsir dalam Qashashul Anbiya’ mengutip sebuah atsar dari Ibn Mas’ud dari seorang sahabat Rasulullah SAW tentang proses awal dalam pengumpulan tanah sebagai bahan penciptaan Nabi Adam AS.

Allah Azza wa Jalla mengutus Malaikat Jibril ke bumi untuk memungut tanah darinya. Maka, bumi berdoa kepada Allah, “Aku berlindung kepada Allah dari engkau (Jibril) untuk mengurangi bagianku atau menjelekkanku.” Dengan doa bumi itu, Malaikat Jibril kembali (menghadap Allah) sebelum ia berhasil mengambil sebagian tanah di bumi.

Kemudian, sesampainya di sisi Allah, Jibril curhat kepada Allah, “Tuhanku, sungguh bumi memohon berlindungan kepada-Mu, maka saya melindunginya.”

Kemudian Allah mengutus Malaikat Mikail, apa yang dialami Mikail persis seperti yang dialami Jibril.

Setelah itu Allah mengutus Malaikat Maut. Bumi memohon perlindungan pula kepada Allah sebagaimana halnya menghadapi dua malaikat sebelumnya. Namun, Malaikat Maut balik memohon perlindungan kepada Allah untuk keberhasilan tugasnya, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak pulang percuma sebelum aku berhasil menjalankan tugasku.” Malaikat Maut berhasil memungut permukaan tanah di beberapa tempat dengan tiga jenis tanah: putih, merah dan hitam lalu mencampurnya. Oleh karena itu, pantas bila keturunan Nabi Adam warna kulitnya berbeda-beda.

Ada guyonan, kalau orang sering kisruh dengan sesama, mungkin ia diciptakan dari unsur tanah sengketa. Saya kira kala itu belum ada tanah yang disengketakan. Bila manusia kerap ada konflik bukan karena faktor unsur jenis tanah penciptaan dalam diri Nabi Adam, tapi ada faktor lain yang mempengaruhinya.

Wallah a’lam bish shawab.

M. Khaliq Shalha, Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Latee

 

One response to “Alasan Dibalik Adanya Unsur Tanah Penciptaan Nabi Adam”

  1. sayyid Avatar
    sayyid

    Tidak ada satu ayat pun yg tertera pada alquran bahwa manusia pernah tinggal di surga kecuali sosok adam dan hawa.
    Tidak satu ayat pun yg tertera pada alquran bahwa iblis pernah tinggal di surga.

    Alquran adalah bahasa yg pernah digunakan oleh sosok adam dan hawa beserta iblis dan malaikat saat berbicaa dengan yg maha pengasih dan maha penyayang.

    adam dan hawa bukanlah manusia saat tinggal di surga.

    ustadz sayyid habib yahya

Leave a Comment

Related Post