Harakatuna.com – Salah satu impian terbesar umat manusia adalah kelak memiliki rumah mewah di surga. Impian ini secara otomatis sudah melekat di sanubari setiap manusia. Namun demikian, untuk mewujudkan impian ini jelas tidaklah mudah. Dalam ajaran Islam, salah satu ikhtiar untuk mewujudkan impian tersebut adalah dengan melakukan amal ibadah. Dan berikut 4 hal dari amal ibadah yang bisa dilakukan agar dibangunkan rumah di surga kelak.
Dalam sebuah atsar, Sahabat Abdullah bin Amru bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma menuturkan 4 hal yang apabila dilakukan maka niscaya akan Allah bangunkan rumah impian di surga:
رْبَعُ خِصَالٍ مَنْ كُنَّ فِيهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ ، مَنْ كَانَ عِصْمَةُ أَمِرْهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ، وَإِذَا أَصَابَتْهُ مُصِيبَةٌ قَالَ : إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ، وَإِذَا أُعْطِيَ شَيْئًا قَالَ : الْحَمْدُ لِلَّهِ ، وَإِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا قَالَ : أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Artinya: “Siapa yang melakukan empat perkara ini, niscaya Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga. Keempat perkara itu adalah: (1) menjadikan kalimat la ilaha illallah sebagai hal yang utama; (2) mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un apabila ditimpa musibah; (3) mengucapkan alhamdulillah apabila diberi kenikmatan; dan (4) mengucapkan astaghfirullah apabila berbuat dosa.” (HR. Ibnu al-Mubarak dalam az-Zuhud hal. 50)
Dari keterangan ini menjadi jelas ada 4 hal yang harus dilakukan agar bisa dibangunkan rumah di surga
Pertama, menjadikan kalimat la ilaha illallah sebagai perisai dan pusaka dalam menjalani kehidupan. Orang yang menjadikan kalimat ini sebagai pusaka maka ia sudah menggenggam kunci surga. Karena dalam hadisnya, Rasulullah menyatakan bahwa kalimat la ilaha illallah adalah kunci surga
مِفْتَاح الْجنَّة شَهَادَة أَن لَا إِلَه إلاَّ الله
Artinya: “Anak kunci surga itu adalah ikrar ‘Tiada Tuhan selain Allah.” HR Al-Bazzar dan Ahmad bin Hanbal dari Mu’adz bin Jabal).
Kedua, mengucapkan kalimat inna lillahi wa inna ilaihi raji’un apabila terkena musibah. Jika ditelisik lebih dalam sebenarnya bukan hanya ketika terkena musibah, namun demikian apa pun kejadian yang menimpa diri kita maka harus dikembalikan segala urusannya kepada Tuhan.
Ketiga, mengucapkan kata syukur “alhamdulillah” setelah diberikan kenikmatan. Diberi nikmat makan, maka setelah selesai ucapkan alhamdulillah. Dapat nikmat bisa buang hajat, setelah keluar kamar mandi ucapkan alhamdulillah. Raih nikmat bisa pulang kerja dengan selamat ucapkan alhamdulillah dan seterusnya dan seterusnya.
Keempat, lazimkan kalimat “astaghfirullah” setelah melakukan kesalahan dan dosa.
Empat hal ini kelihatannya mudah dilakukan namun susah dipraktikkan bagi orang yang belum mendapatkan hidayah dari Allah. Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah untuk senantiasa melakukan 4 hal ini. Sehingga kelak berhak dibangunkan rumah di surga. Amin.







Leave a Comment