Pasukan Keamanan Suriah Tangkap Sel ISIS di Idlib dan Aleppo

Ahmad Fairozi, M.Hum.

17/12/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Suriah – Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan pasukan keamanan pemerintah telah menangkap sejumlah anggota sel ISIS. Mereka diduga bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap personel keamanan dan militer di Provinsi Idlib dan Aleppo.

Penangkapan tersebut dilakukan menyusul serangan yang diklaim ISIS pada Minggu lalu, yang menewaskan empat personel keamanan Suriah saat sedang berpatroli di Jalan Maaret Al Numan, Idlib. Insiden itu mendorong aparat keamanan meningkatkan langkah-langkah pengawasan dan penyelidikan di wilayah tersebut.

Pada Rabu, Kementerian Dalam Negeri Suriah mengungkapkan bahwa operasi pemantauan intensif berhasil mengidentifikasi kendaraan yang digunakan para pelaku.
“Melalui operasi pemantauan dan pengawasan, unit keamanan berhasil menangkap tiga orang, sementara satu lainnya dilumpuhkan. Dalam pemeriksaan, para tahanan mengaku keterlibatan empat orang lain yang turut serta dalam pelaksanaan operasi teroris,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

Pasukan keamanan kemudian melanjutkan operasi kedua yang berujung pada penangkapan lima tersangka tambahan. Menurut kementerian, para tersangka mengakui telah melakukan tiga “operasi teroris”, yakni serangan di Maaret Al Numan, penyerangan terhadap personel Kementerian Pertahanan di Idlib, serta serangan terhadap petugas bea cukai di wilayah Zarba, Aleppo.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa rompi peledak, peredam senjata, senapan M-16, serta senapan mesin M4.

Sementara itu, Damaskus dan Washington juga menuding seorang penembak tunggal yang menewaskan dua tentara Amerika Serikat dan seorang penerjemah di Palmyra pada Sabtu lalu memiliki kaitan dengan ISIS. Namun hingga kini, kelompok tersebut belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Wilayah Idlib sebelumnya dikenal sebagai basis kelompok pemberontak dan ekstremis, termasuk pejuang asing, selama perang saudara Suriah. Pada Desember tahun lalu, kelompok pemberontak yang dipimpin Hayat Tahrir Al Sham—kelompok yang berakar dari organisasi yang sebelumnya berafiliasi dengan Al Qaeda—melancarkan ofensif cepat yang menggulingkan rezim mantan Presiden Bashar Al Assad.

Koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat juga beberapa kali melakukan serangan udara di wilayah Idlib, yang menurut mereka menargetkan anggota ISIS. Pemerintah baru Suriah menyatakan akan terus melancarkan operasi terhadap kelompok tersebut, termasuk operasi gabungan dengan koalisi internasional yang diluncurkan pada Minggu lalu untuk memburu “sel-sel tidur” ISIS di wilayah gurun, menyusul serangan di Palmyra.

ISIS diketahui pernah menguasai wilayah luas di Suriah sebelum mengalami kekalahan teritorial pada 2019. Meski demikian, para pengamat menilai kelompok tersebut masih mempertahankan keberadaan dan kemampuan operasionalnya, terutama di kawasan gurun Suriah yang luas.

Leave a Comment

Related Post