Pasukan Israel Dilaporkan Bakar Sisa Kompleks RS Indonesia di Gaza Utara

Ahmad Fairozi, M.Hum.

09/12/2025

2
Min Read

Harakatuna.com. Gaza Utara — Pasukan pendudukan Israel kembali dilaporkan membakar bagian tersisa dari kompleks Rumah Sakit Indonesia (RS Indonesia) di Beit Lahia, Gaza Utara. Informasi tersebut diterima redaksi MINA pada Senin (9/12) dari sumber lokal yang berada di wilayah tersebut.

Menurut laporan sumber tersebut, api terlihat menjalar di beberapa bagian bangunan yang masih berdiri, sementara asap pekat membubung dari area rumah sakit. “Asap hitam terlihat dari kejauhan, menjalar dari struktur yang tersisa,” ujar sumber tersebut seperti disampaikan kepada MINA.

Hingga rilis ini diterbitkan, tidak ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel terkait laporan pembakaran tersebut, termasuk mengenai kemungkinan adanya korban baru akibat insiden ini.

RS Indonesia: Simbol Solidaritas yang Terus Menjadi Sasaran

Rumah Sakit Indonesia di Gaza dibangun melalui dukungan masyarakat Indonesia dan dikelola oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Sejak dimulainya agresi terbaru Israel di Gaza, fasilitas kesehatan tersebut telah mengalami serangan berulang. Berbagai tindakan militer dilaporkan terjadi di sekitar dan dalam area rumah sakit, mulai dari pengepungan, penembakan, hingga kerusakan serius pada banyak unit layanan.

Pada akhir November lalu, RS Indonesia terpaksa menghentikan operasional secara total setelah sebagian besar tenaga medis dievakuasi karena memburuknya situasi keamanan. Setelah tidak lagi beroperasi, bangunan RS Indonesia dilaporkan menjadi salah satu lokasi yang paling terdampak dalam serangan darat Israel di Gaza Utara.

Penyerangan yang terus berulang terhadap fasilitas kesehatan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza Utara. Dengan keluarnya tenaga medis dan tidak berfungsinya RS Indonesia, akses warga terhadap layanan kesehatan semakin terbatas, terutama di tengah eskalasi serangan yang terus berlangsung.

Hingga saat ini belum diketahui bagaimana kondisi bagian dalam kompleks rumah sakit setelah laporan pembakaran terbaru, mengingat akses ke wilayah tersebut sangat terbatas.

MINA akan terus memantau situasi di Gaza Utara, termasuk perkembangan terbaru mengenai kondisi RS Indonesia, potensi korban tambahan, dan kemungkinan tanggapan resmi dari pihak Israel.

Leave a Comment

Related Post