Pembinaan PNS di Banten: Upaya Cegah Radikalisme dan Intoleransi

Ahmad Fairozi, M.Hum.

28/10/2025

2
Min Read

Harakatuna.com. Serang – Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui Bidang Pembinaan Masyarakat (Binmas) menggelar kegiatan pembinaan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen ASN dalam menegakkan nilai-nilai kebangsaan serta mencegah berkembangnya paham radikalisme dan intoleransi di kalangan aparatur sipil negara.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu aula pemerintahan di Provinsi Banten tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Polda Banten, perwakilan pemerintah daerah, serta puluhan ASN dari berbagai instansi. Dalam sambutannya, perwakilan Polda Banten menekankan pentingnya ASN sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pegawai negeri bukan hanya pelayan publik, tetapi juga panutan bagi masyarakat. Oleh karena itu, mereka harus memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama,” ujar pejabat Polda Banten dalam arahannya.

Dalam pembinaan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai bahaya radikalisme, pentingnya deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham ekstrem, serta strategi penguatan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kerja. Para narasumber juga menyoroti pentingnya memperkuat komunikasi lintas agama dan budaya untuk menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini turut mengajak para ASN untuk lebih aktif dalam menyebarkan pesan-pesan positif melalui media sosial. ASN diharapkan menjadi contoh dalam penggunaan media digital secara bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kolaborasi Antarlembaga

Kegiatan pembinaan ini merupakan bentuk sinergi antara Polda Banten, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya dalam membangun ketahanan nasional berbasis aparatur sipil negara. Dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif di kalangan ASN untuk menolak segala bentuk ajaran radikal dan intoleran yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Radikalisme tidak hanya menyerang lapisan masyarakat umum, tetapi juga bisa masuk ke lingkungan kerja jika tidak diantisipasi. Karena itu, kami mendorong ASN untuk terus memperkuat komitmen terhadap ideologi Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tambah pejabat tersebut.

Melalui kegiatan ini, Polda Banten berharap agar seluruh ASN di wilayahnya mampu menjadi pelopor dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di lingkungan masing-masing. Pembinaan semacam ini juga akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari program Polri dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan penandatanganan komitmen bersama untuk menolak paham radikal serta memperkuat peran ASN dalam menjaga keutuhan NKRI.

Leave a Comment

Related Post