Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Fondasi Kemandirian Nasional Mulai Terlihat

Ahmad Fairozi, M.Hum.

19/10/2025

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta Satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan arah pembangunan yang semakin jelas menuju kemandirian nasional. Sejumlah kebijakan strategis yang termasuk dalam agenda besar Asta Cita mulai memperlihatkan hasil nyata, terutama di sektor pangan, energi, dan ketenagakerjaan.

Pemerintah berfokus memperkuat fondasi ekonomi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor, baik untuk kebutuhan pangan maupun energi. Di saat yang sama, akses masyarakat terhadap lapangan kerja terus diperluas melalui berbagai program inovatif.

Swasembada Beras di Depan Mata

Salah satu capaian paling menonjol datang dari sektor pangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk mencapai swasembada beras lebih cepat dari target awal yang dicanangkan Presiden Prabowo.

“Target awal Bapak Presiden kepada kami empat tahun. Setelah 21 hari menjadi tiga tahun, 45 hari kemudian menjadi satu tahun. Alhamdulillah, kalau tidak ada aral melintang, dua sampai tiga bulan ke depan Indonesia tidak impor lagi,” ujar Amran dalam keterangannya.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para petani di seluruh Indonesia dan dukungan penuh Presiden terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.

Kemandirian Energi Menguat

Selain sektor pangan, kinerja sektor energi nasional juga mencatat perkembangan positif. Produksi minyak dan gas (migas) dalam negeri atau lifting mencapai 111,9 persen dari target APBN pada semester pertama 2025 — sebuah pencapaian yang melampaui ekspektasi.

Pengamat energi dari Gerilya Institute, Subhkan Agung Sulistio, menilai hasil ini sebagai indikator bahwa tata kelola energi nasional menunjukkan tren perbaikan signifikan.

“Langkah ini menunjukkan ada perbaikan di lapangan. Untuk memperkuat tren positif ini, pemerintah terus memperluas wilayah kerja baru dan menemukan cadangan minyak baru,” katanya.

Subhkan juga menyoroti kebijakan legalisasi sumur minyak rakyat sebagai strategi yang efektif untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan sektor energi.
“Pemanfaatan sumur tua oleh masyarakat memperkuat kemandirian energi di tingkat lokal,” tambahnya.

Transformasi Dunia Kerja

Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah meluncurkan berbagai program adaptif untuk menghadapi perubahan zaman. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memperkenalkan Karirhub, platform digital yang berisi lebih dari 200.000 lowongan kerja aktif dan menjadi bagian dari ekosistem SiapKerja.

“Selain Maganghub, sebenarnya Kemnaker juga sudah memiliki aplikasi Karirhub, yang ada di platform SiapKerja, berisikan lowongan kerja. Jadi Karirhub bukan lowongan magang, tapi lowongan kerja,” jelas Yassierli.

Melalui platform ini, pencari kerja dapat terhubung langsung dengan perusahaan sesuai minat dan keahlian, sementara pemerintah memperluas program upskilling dan reskilling untuk menekan angka pengangguran terbuka.

Konsolidasi Menuju Kedaulatan Ekonomi

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf, Adib Miftahul, menilai capaian tersebut sebagai bentuk “reset besar-besaran” terhadap tata kelola ekonomi nasional.

“Presiden Prabowo tengah menata ulang tata kelola ekonomi agar lebih transparan dan berpihak pada rakyat,” ujar Adib. Menurutnya, kebijakan seperti hilirisasi tambang, legalisasi sumur rakyat, dan penguatan produksi dalam negeri menjadi fondasi kedaulatan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan serangkaian langkah konkret di berbagai sektor strategis, arah besar pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan berdikari kini mulai tampak nyata.

Leave a Comment

Related Post