Kemenag Bengkayang Kalbar Dorong Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar

Ahmad Fairozi, M.Hum.

10/10/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Bengkayang – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terus menggencarkan upaya penguatan moderasi beragama di lingkungan pelajar. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap masuknya paham radikal, penyalahgunaan narkoba, serta kenakalan remaja.

Kepala Kemenag Kabupaten Bengkayang, H. Syamsul Bahri, menegaskan pentingnya pembinaan karakter siswa melalui pemahaman agama yang proporsional dan moderat. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan aliran menyimpang dan radikalisme yang digelar di tingkat SMA se-Bengkayang, Rabu (tanggal menyesuaikan). “Pelajar merupakan generasi penentu masa depan bangsa yang perlu dibekali pemahaman agama secara proporsional,” ujar Syamsul Bahri dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep, melainkan harus tercermin dalam sikap hidup sehari-hari. Nilai-nilai seperti keadilan, keseimbangan, serta keterbukaan terhadap perbedaan perlu ditanamkan sejak dini.

“Moderasi beragama harus menjadi bagian dari karakter siswa, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang toleran, damai, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman,” lanjutnya.

Menurut Syamsul, menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan positif merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Terutama guru, yang dinilai memiliki peran vital dalam menanamkan nilai-nilai moderasi di ruang kelas.

Sebagai bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan, Kemenag Bengkayang bersama Kantor Wilayah Kemenag Kalimantan Barat juga mendorong peningkatan kapasitas pendidik, khususnya para guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Program ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan strategi antar-guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi ke dalam proses pembelajaran.

“Guru PAI diharapkan mampu mengembangkan metode pengajaran yang inklusif, kontekstual, dan menyejukkan. Tidak hanya mengajarkan materi, tapi juga membentuk karakter siswa yang beragama secara bijak,” jelasnya.

Kemenag juga menekankan pentingnya penguasaan empat kompetensi utama oleh guru PAI, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Dengan demikian, pendidikan agama tidak hanya menjadi sarana peningkatan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter siswa yang religius dan toleran.

“Ini bagian dari komitmen Kemenag Bengkayang untuk membangun ekosistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama,” tegas Syamsul Bahri.

“Dengan pembinaan berkelanjutan, pelajar diharapkan tumbuh sebagai generasi yang berakhlak, cinta damai, dan mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Leave a Comment

Related Post