Harakatuna.com. Ankara — Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar menekan Israel untuk segera menghentikan serangan militernya di Jalur Gaza. Menurut Erdogan, penghentian agresi tersebut menjadi kunci utama bagi keberhasilan rencana perdamaian yang digagas Trump di kawasan Timur Tengah.
Hal itu disampaikan Erdogan dalam pembicaraan telepon dengan Trump pada Jumat (3/10/2025). Dalam percakapan tersebut, Erdogan menegaskan bahwa Turkiye terus mengintensifkan upaya diplomatik untuk menghentikan kekerasan dan mendorong dialog damai di Gaza.
“Erdogan menekankan bahwa Turki telah meningkatkan kontak diplomatiknya untuk perdamaian, bahwa Turki akan terus mendukung visi (Trump) untuk perdamaian global, dan bahwa penghentian serangan Israel penting bagi keberhasilan inisiatif yang bertujuan mencapai perdamaian di kawasan,” demikian keterangan resmi yang dikutip dari kantor berita Anadolu Agency, Jumat (3/10/2025).
Turkiye selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang paling vokal mengkritik tindakan militer Israel di Gaza. Ankara bahkan menyebut serangan Israel sebagai bentuk genosida, serta telah menghentikan seluruh hubungan dagang dengan Tel Aviv sebagai bentuk protes.
Selain membahas isu Gaza, kedua pemimpin juga mendiskusikan sejumlah isu strategis lainnya dalam panggilan yang disebut dilakukan atas permintaan pihak AS. Menurut pernyataan dari kantor kepresidenan Turkiye, Erdogan menekankan pentingnya memperkuat kerja sama bilateral, khususnya di bidang industri pertahanan dan keamanan regional.
“Erdogan menyoroti perlunya langkah konkret untuk memperkuat kemitraan antara kedua negara, terutama dalam kerja sama pertahanan,” tulis pernyataan tersebut.
Pertemuan antara Erdogan dan Trump sebelumnya berlangsung di Gedung Putih bulan lalu — menjadi pertemuan pertama mereka dalam enam tahun terakhir. Erdogan menyebut pertemuan itu sebagai momentum penting yang membantu memperkuat hubungan antara dua sekutu lama dalam NATO serta membuka jalan bagi kemajuan dalam berbagai bidang kerja sama.
Dalam panggilan telepon terbaru itu, Erdogan juga menyampaikan bahwa Turkiye akan terus bekerja keras untuk mendukung setiap inisiatif perdamaian regional, termasuk rencana yang digagas Trump. “Turkiye bekerja keras untuk mencapai perdamaian di kawasan dan menyambut baik setiap upaya yang bertujuan mencapainya,” ungkap Erdogan seperti dilaporkan Anadolu.








Leave a Comment