UIN Jakarta Gandeng Abu Dhabi Forum Bangun Toleransi Dunia

Ahmad Fairozi, M.Hum.

28/09/2025

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menjalin kerja sama dengan Abu Dhabi Forum for Peace melalui kemitraan akademik dan riset. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat upaya perdamaian dunia di tengah dinamika krisis kemanusiaan global.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, menekankan pentingnya menghadirkan fiqh realitas dan toleransi sebagai pintu masuk kehidupan beragama yang damai, moderat, dan penuh penghormatan terhadap sesama.

“Dengan spirit ini, kita dapat memperkuat kemampuan umat Islam untuk hidup berdampingan, membangun dialog, serta menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” ujar Prof. Asep dalam keterangannya, Minggu (28/9).

Menurutnya, kerja sama akademisi dan pakar lintas negara memiliki relevansi besar untuk mencari solusi terhadap krisis kemanusiaan. “Kita hidup di era yang sarat perubahan cepat di bidang sosial, politik, budaya, bahkan ideologi. Karena itu, menghadirkan fiqh realitas menjadi kebutuhan mendesak agar ajaran Islam mampu merespons tantangan kemanusiaan dengan bijaksana dan penuh penghormatan terhadap keberagaman,” jelasnya.

Kepala Pusat Moderasi Beragama UIN Jakarta, Prof. Arif Zamhari, menambahkan bahwa forum ini melanjutkan misi Abu Dhabi Forum for Peace yang didirikan ulama terkemuka dunia Islam, al-Allamah Syaikh Abdullah bin Bayyah. Forum tersebut, katanya, telah banyak berkontribusi pada perdamaian dunia, antara lain melalui Deklarasi Maroko 2016 tentang hak kaum minoritas agama serta Konferensi Lintas Agama di Washington pada 2018 yang melahirkan Alliance of Virtues.

“Kehadiran Forum Abu Dhabi untuk Perdamaian di Indonesia diharapkan menjadi jembatan dialog lintas iman dan budaya yang relevan dengan tantangan global saat ini, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam mengupayakan perdamaian dunia,” kata Prof. Arif.

Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Jakarta, Mrs. Shaima Salem Alhebsi, menegaskan bahwa dunia kini menghadapi beragam tantangan, mulai dari konflik bersenjata, bencana alam, perubahan iklim, hingga krisis ideologi. “Semua ini menuntut kita untuk menggali kembali nilai-nilai bersama, memperkuat budaya dialog, mengikis kebencian, dan menegakkan semangat hidup berdampingan secara damai,” ujarnya.

Shaima menilai forum yang mempertemukan akademisi dan pakar lintas negara ini penting untuk melahirkan resolusi perdamaian. “Mengokohkan nilai-nilai bersama adalah langkah awal bagi perdamaian yang berkelanjutan. Dengan modal sejarah, nilai, dan kepentingan bersama, kita mampu berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih aman, adil, dan penuh toleransi,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Uni Emirat Arab dan Indonesia memiliki komitmen serupa dalam menjadikan toleransi, moderasi, dan koeksistensi damai sebagai prinsip utama kebijakan nasional maupun internasional. “UAE memiliki Kementerian Toleransi, Forum Abu Dhabi untuk Perdamaian, dan Majelis Hukama al-Muslimin. Sementara itu, Indonesia adalah teladan nyata dengan Bhinneka Tunggal Ika yang berakar pada Pancasila sebagai simbol toleransi dunia,” tegasnya.

Direktur Abu Dhabi Forum for Peace, Dr. Amina, menutup dengan menekankan perlunya pendekatan baru dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan. “Kami menekankan pentingnya pengembangan pendekatan yang tidak hanya berorientasi intelektual, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan universal serta prinsip keadilan ekonomi. Model ini dapat menjembatani perbedaan dan menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi tantangan global,” ujar Dr. Amina.

Leave a Comment

Related Post