Eks Napiter di Poso Nyatakan Siap Bantu Cegah Radikalisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

26/09/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Poso – Rustam Muhammad Jufri alias Appe, mantan narapidana kasus terorisme di Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, menyatakan komitmennya untuk menjaga keamanan daerah dan mencegah penyebaran paham radikal di Sulawesi Tengah.

Rustam pernah ditangkap pada 10 Januari 2015 karena terbukti membantu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan mendiang Santoso alias Abu Wardah. Setelah menjalani hukuman di Lapas Kelas IIB Luwuk, ia dinyatakan bebas bersyarat pada 15 November 2017.

Kini, Rustam memilih meninggalkan masa lalunya dan beralih fokus pada kegiatan ekonomi untuk menafkahi keluarga. Ia berjualan ayam kampung di Pasar Tradisional Poso, Kelurahan Kawua, Kecamatan Poso Kota Selatan, serta di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kayamanya Sentral. Selain itu, ia juga mengelola usaha penjualan bahan bakar untuk kebutuhan usahanya, serta tengah membangun rumah pribadi di Jalan Pulau Nias, Kayamanya Sentral, Poso Kota.

Saat ditemui di kediamannya, Rustam menyampaikan terima kasih kepada Satgas Madago Raya yang terus mendampinginya dalam proses reintegrasi sosial. “Saya berharap hubungan komunikasi ini terus terjalin untuk mempererat kerja sama menjaga Kamtibmas di Poso,” ujar Rustam.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatannya di MIT pada masa lalu merupakan sebuah kesalahan besar yang tidak akan diulanginya. “Saya sadar, apa yang saya lakukan dulu adalah salah dan melawan hukum. Sekarang saya hanya ingin fokus bekerja untuk keluarga dan tidak mau lagi dipengaruhi untuk terlibat dalam tindak pidana terorisme,” tegasnya.

Satgas Madago Raya menyambut positif komitmen Rustam dan berharap ia konsisten menata kehidupan barunya serta ikut berkontribusi dalam menciptakan situasi aman di Kabupaten Poso. Rustam sendiri menyatakan siap mendukung aparat keamanan dalam mencegah penyebaran radikalisme, intoleransi, dan terorisme, khususnya di kalangan generasi muda.

“Pemerintah dan kepolisian sedang berusaha mengendalikan berkembangnya paham radikal, termasuk yang menyusup ke pesantren dan majelis taklim. Karena itu, mari kita semua mendukung langkah tersebut demi terciptanya Poso yang damai,” tambahnya.

Leave a Comment

Related Post