Harakatuna.com – Seperti yang kita ketahui bahwa untuk bisa menjadi penulis tentu tidak memandang usia ataupun latar belakang seseorang. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang penulis, termasuk anak-anak yang sudah memiliki kemampuan mengenal aksara. Akan tetapi, permasalahannya sering kali seorang anak sulit untuk gemar menulis lantaran berbagai hal yang menyertainya. Misalnya, ketidakmauan anak karena merasa bahwa menulis itu sulit dan hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa. Padahal, menulis adalah keterampilan yang bisa dilatih.
Seorang anak memang membutuhkan bantuan orang dewasa untuk memupuk kecintaan terhadap dunia tulis menulis. Oleh sebab itu, perlahan tetapi pasti, ajaklah anak langsung praktik menulis tanpa harus banyak berbicara kepadanya. Pada dasarnya, seorang anak lebih suka diberikan contoh nyata.
Mengajak anak untuk menulis memang bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi bukan berarti orang dewasa tidak bisa membujuknya. Beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan agar anak mau belajar menulis, antara lain:
Menciptakan lingkungan yang nyaman dan positif
Bukan hanya orang dewasa saja yang memiliki sensitivitas, seorang anak pun memiliki sifat demikian. Oleh karena itu, ciptakan lingkungan yang nyaman, aman dari gangguan, sehingga membuat anak betah berlama-lama belajar menulis. Lingkungan yang nyaman bukan berarti harus mewah, tetapi cukup untuk dijadikan ruang belajar yang positif dan tidak banyak terdistraksi oleh lingkungan. Buatlah lingkungan senyaman mungkin sehingga anak lebih fokus menulis. Hindari mengkritik atau bahkan menghakimi anak.
Membiarkan mereka memilih apa yang ingin ditulis
Memaksa anak bukanlah solusi yang tepat, membiarkan mereka memilih kesenangannya itu akan lebih baik. Biarkan mereka mengekspresikan dirinya sendiri, mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki, lalu setelahnya kita baru bisa masuk ke dunia anak. Melihat bagaimana mereka berkembang melalui tulisan-tulisan yang dihasilkan. Pilihan mereka pertanda bahwa telah menemukan sesuatu yang mempermudah dirinya dalam mengekspresikan ide dan gagasan dalam pikirannya.
Mengapresiasi hasil karya mereka
Jangan mematahkan semangat anak dengan mengeluarkan kata dan kalimat yang tidak mengenakkan. Sekecil apa pun usahanya, kita patut memberikan apresiasi. Rayakan hasil karya mereka dengan cara-cara yang kreatif. Misalnya, hasil tulisan anak ditempel di mading rumah atau di tembok yang sering terlihat orang-orang yang berlalu lalang. Hiasi pula tulisan mereka dengan cara-cara yang kreatif sesuai dengan kesenangannya. Berikan pujian pada anak supaya mereka terus menulis dan semakin semangat berkarya.
Menjadikan menulis sebagai aktivitas yang menyenangkan
Buatlah kesan pertama yang spektakuler, ialah dengan menjadikan menulis sebagai sesuatu yang menyenangkan bagi anak. Dengan demikian, anak tidak akan merasa terbebani dengan aktivitas menulisnya. Jangan membuat aturan-aturan yang menyulitkan anak hingga membuat mereka merajuk dan tidak mau lagi menulis. Selingi pula dengan permainan interaktif, petunjuk menulis yang mudah, dan aktivitas kreatif lainnya. Buatlah pengalaman menulis pertama mereka adalah pengalaman tak terlupakan dan membuat candu.
Membuat jadwal khusus untuk menulis
Tidak ada salahnya jika aktivitas menulis ini dijadikan sebagai kebiasaan baik di dalam diri anak. Dengan begitu, mereka merasa memiliki dunia menulis. Dunia yang menyenangkan dan menarik bagi mereka. Carilah waktu yang tepat untuk menulis, misalnya di hari libur sekolah, pada pagi hari sebelum banyak aktivitas yang menyita waktu, atau sesuai dengan kesepakatan anak dan orang tua.
Dengan cara seperti itu, maka anak akan merasa memiliki tanggung jawab belajar menulis dan menjadikannya bagian alami dari kehidupan mereka. Jadwal khusus yang dibuat pun perlu diperhatikan konsistensinya, ajak mereka untuk melakukan hal semestinya.
Memberikan inspirasi
Anak akan merasa lebih percaya jika orang yang membimbingnya pun sama-sama menulis. Artinya, jangan hanya mengajak dan mengajarkan menulis saja, tetapi orang dewasa juga harus punya karya yang bisa dilihat oleh anak. Karya tersebut dapat menjadi bukti sekaligus sebagai penyemangat mereka untuk melakukan hal yang sama.
Kita juga perlu memberikan beberapa pemaparan teori tentang menulis agar mereka memiliki pandangan bagaimana seharusnya yang perlu ditulis. Misalnya, bagaimana cara membuat puisi yang manis, bagaimana mengembangkan tulisan dengan melihat benda, cara membuat cerita pendek dan berbagai bentuk tulisan lainnya.
Menawarkan berbagai alat tulis
Sediakan penunjang menulis seperti spidol, pensil, bolpoin, papan, kertas berwarna, atau benda-benda lainnya agar mereka bisa memilih sendiri. Biarkan mereka berekspresi sesuai dengan kesenangannya. Dengan demikian, aktivitas menulis pun akan terasa lebih menarik.
Beberapa langkah di atas hanya sebagian kecil saja yang bisa membantu anak untuk menyukai menulis. Ajakan itu berbeda dengan paksaan. Oleh karena itu, ajak mereka dan dampingi, jika anak belum terbiasa, jangan paksa mereka. Biarkan langkah demi langkah dilakukan, lalu lihat bagaimana hasilnya. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada yang membutuhkan. Semoga bermanfaat dan berdampak.







Leave a Comment