Harakatuna.com. Doha – Perdana Menteri (PM) Qatar menyerukan komunitas internasional untuk menolak praktik standar ganda dan menuntut pertanggungjawaban Israel atas pelanggaran terhadap rakyat Palestina. Seruan ini disampaikan dalam pidatonya menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) darurat yang digelar di Doha, Selasa (16/9/2025).
Dalam sambutannya, PM Qatar menegaskan bahwa sikap dunia yang membiarkan pelanggaran Israel tanpa konsekuensi hanya akan memperburuk penderitaan rakyat Palestina. “Komunitas internasional tidak boleh terus membiarkan pelanggaran Israel tanpa sanksi. Keadilan harus ditegakkan,” ujarnya.
KTT darurat tersebut digelar sebagai respons atas serangan udara Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap anggota Hamas di Doha. Serangan itu menimbulkan keprihatinan luas dan menjadi sorotan dunia internasional.
Lebih lanjut, PM Qatar menekankan pentingnya persatuan negara-negara Arab dan Islam dalam membela hak-hak bangsa Palestina. Ia juga mendesak lembaga-lembaga internasional untuk menegakkan hukum serta melaksanakan resolusi yang telah disepakati sebelumnya.
“Dunia Arab dan Islam harus berdiri teguh dalam membela hak rakyat Palestina. Lembaga internasional pun dituntut untuk melaksanakan kewajibannya,” tegasnya.
Pertemuan darurat ini diharapkan dapat menghasilkan langkah nyata untuk menghentikan agresi Israel, sekaligus membuka jalan bagi penyelidikan internasional atas dugaan pelanggaran hukum yang terjadi.








Leave a Comment