Densus 88 Ajak Ibu-ibu Jaga Keluarga dari Paham Radikal Terorisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

09/09/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Semarang – Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme kini menyasar ruang keluarga. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Tengah bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror meluncurkan gerakan “Ibu Jogo Anak” sebagai tameng dini bagi anak-anak dan remaja dari ancaman ideologi kekerasan.

Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa keluarga, terutama para ibu, memegang peran kunci dalam mengawasi perilaku anak di media sosial. Menurutnya, platform digital kini menjadi pintu masuk utama kelompok radikal menanamkan doktrin yang menyasar generasi muda.

“Algoritma media sosial bisa memancing anak-anak terus-menerus terpapar konten radikalisme. Kalau tidak diawasi, ini bisa berbahaya,” jelas Nawal saat menerima audiensi Densus 88 dan pegiat Kreasi Prasasti Perdamaian di kediamannya, kawasan BSB Semarang, Senin (8/9/2025).

Untuk memperkuat langkah ini, Nawal berencana menyusun modul parenting yang dapat menjadi panduan praktis bagi orang tua. Modul tersebut akan menekankan pendampingan digital agar anak-anak tidak hanya cerdas bermedia sosial, tetapi juga terlindung dari provokasi radikal maupun gerakan anarko yang kerap menjerat remaja.

“Jangan sampai banjir informasi di media sosial langsung dipercaya mentah-mentah. Anak-anak harus diajari memilah, agar tidak terjerumus pada tindakan melawan hukum,” tegas istri Wakil Gubernur Jateng itu.

Selain edukasi digital, program ini juga dipadukan dengan pemberdayaan pemuda melalui berbagai pelatihan keterampilan yang digagas OPD Pemprov Jateng. Harapannya, generasi muda lebih terarah pada aktivitas produktif dan bermanfaat.

Kompol Ghofar, Kepala Unit Idensos Satgaswil Jateng Densus 88 Antiteror, menyambut baik kolaborasi tersebut. “Kami siap mendampingi PKK dalam memberikan pemahaman kepada para ibu mengenai bahaya radikalisme yang banyak beredar di media sosial,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari pegiat Kreasi Prasasti Perdamaian, Margi Ernawati. Ia menyiapkan ruang khusus di platform Ruang Ngobrol.id untuk mengedukasi masyarakat. “Ada rubrik parenting digital dan pencegahan radikalisme, agar narasi kebencian di ruang digital bisa dikonter dengan literasi damai,” ungkapnya.

Gerakan “Ibu Jogo Anak” pun menjadi penanda bahwa benteng pertama menangkal radikalisme bukanlah di jalanan, melainkan di dalam rumah, melalui peran keluarga yang kuat dan sadar digital.

Leave a Comment

Related Post