Harakatuna.com. Nabire – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nabire menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama pengurus tingkat distrik hingga kabupaten, Jumat (29/8/2025). Dalam rakor tersebut, MUI Nabire menekankan pentingnya peran strategis dalam memerangi radikalisme dan menjaga kerukunan umat.
Rakor yang diadakan di Gedung Islamic Center, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dihadiri pula perwakilan Detasemen Khusus 88 (Densus 88). Kehadiran Densus 88 menunjukkan sinergi antara ulama dan aparat keamanan dalam menjaga persatuan bangsa.
Ketua MUI Kabupaten Nabire, Rohimin Abdurrahman, mengatakan rakor ini merupakan forum penting untuk menyatukan visi, merumuskan program kerja, dan menghadapi tantangan umat yang semakin kompleks. “Kita menyadari bahwa, tantangan umat Islam ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, MUI harus hadir untuk memberikan solusi, dan bimbingan yang menunjukan kecerahan dalam konteks kehidupan bermasyarakat,” kata Rohimin dalam sambutanya.
Ditambahkan Rohimin, MUI memiliki peran vital sebagai pembimbing umat, memberikan fatwa, dan meluruskan pemahaman yang keliru.Peran ini sangat penting untuk mencegah penyebaran ideologi radikal yang mengatasnamakan agama. “Sebab itu sinergi antara MUI dan Densus 88 dinilai sangat penting karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga keutuhan bangsa,” jelasnya.
Rohimin menjelaskan, MUI berperan melalui dakwah dan edukasi, sementara Densus 88 fokus pada penegakan hukum. “Tentunya kolaborasi ini bertujuan memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme dan terorisme dari perspektif agama yang benar,” terangnya.
Menurut Rohimin, penanganan terorisme tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga harus didukung dengan pendekatan keagamaan dan kemasyarakatan. “Dengan bersatunya ulama dan aparat maka diharapkan Indonesia dapat lebih aman dan damai, terhindar dari ancaman terorisme,” tutupnya.








Leave a Comment