Kemenag Banda Aceh Gelar Pelatihan Dai dan Daiyah, Tegaskan Komitmen Cegah Radikalisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

21/08/2025

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Banda Aceh – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menggelar Pelatihan Dai dan Daiyah dengan mengangkat tema “Peran Dai dan Daiyah dalam Islam Damai untuk Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme”, Rabu (20/8/2025), di Ruang Pertemuan Hotel Permata Hati.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag dalam membentengi masyarakat dari paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, H. Salman, S.Pd., M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya membumikan nilai-nilai Islam damai dalam setiap dakwah yang disampaikan.

“Islam damai adalah fitrahnya Islam. Dakwah itu mengajak, bukan mengejek. Mengingatkan, bukan menyalahkan,” tegas Salman.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN di lingkungan Kemenag Banda Aceh untuk tidak terpapar paham IRET—singkatan dari Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme. “Saya sangat mendorong agar seluruh ASN menjauhi paham IRET. Kegiatan ini adalah bagian dari langkah preventif kita. Jangan sampai ada anggapan bahwa pimpinan tidak mengambil tindakan pencegahan. Bahkan, kami telah membuat surat pernyataan yang mewajibkan seluruh ASN menandatangani komitmen tidak terlibat dalam paham tersebut,” ungkapnya.

Salman juga menegaskan bahwa tidak ada kemenangan sejati bagi kelompok atau organisasi yang melawan pemerintah. Ia mengingatkan bahwa tugas seorang dai adalah menyampaikan dakwah dengan ikhlas, bukan memaksakan hasil. “Allah tahu siapa yang diberi petunjuk. Jangan mudah menyalahkan orang lain. Kita hanya bertugas menyampaikan, hasilnya serahkan kepada Allah. Seperti dalam Surat An-Nahl ayat 28, bahwa petunjuk itu datang dari Allah,” ujarnya.

Kepada para dai dan daiyah, ia berpesan untuk terus meningkatkan kualitas dalam menyampaikan dakwah. “Berlatihlah mencari pola retorika yang baik. Sampaikan pesan dengan ilmu yang mendalam dan bahasa yang santun. Bawalah minimal satu ayat Al-Qur’an dalam setiap pertemuan agar nilai dakwah semakin tinggi. Semoga ikhtiar ini memperkuat dakwah Islam yang damai,” tutup Salman.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Seksi Bimas Islam, Dr. Akhyar, S.Ag., M.Ag., dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program Bimas Islam di bulan Agustus, yang terdiri dari tiga agenda utama: Kampung Moderasi Beragama (KMB), Pembinaan Majelis Taklim, dan Pembinaan Dai serta Daiyah. “Kami terus berinovasi agar program ini semakin bermanfaat. Untuk KMB, kami integrasikan dengan layanan akta elektronik cerai. Sedangkan dalam pelatihan ini, kami menghadirkan pemateri dari Polda Aceh yang secara khusus membahas pencegahan radikalisme,” jelasnya.

Salah satu materi penting dalam pelatihan ini adalah “Bahaya Laten Terorisme dan Upaya Pencegahan” yang disampaikan oleh Ipda H. Khafrawi, S.Ag., M.Ag. Selain itu, peserta juga mendapatkan motivasi dakwah untuk memperkuat semangat menyebarkan ajaran Islam yang damai.

Akhyar juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menginisiasi penandatanganan pakta integritas bagi para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai bentuk komitmen dalam pemberantasan pungutan liar dan gratifikasi. “Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian dan komitmen, demi memperkuat dakwah yang moderat dan inklusif,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri para Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam se-Kota Banda Aceh. Kehadiran mereka dinilai menjadi bagian penting dari upaya kolektif dalam menanggulangi penyebaran paham radikal dan memperkuat pesan Islam sebagai agama yang membawa kedamaian.

Melalui pelatihan ini, Kemenag Kota Banda Aceh mengajak seluruh dai, daiyah, penyuluh, dan tokoh agama untuk terus bersinergi dalam menghadirkan dakwah yang sejuk, mengedepankan prinsip moderasi beragama, dan menanamkan nilai-nilai persaudaraan demi menjaga harmoni di tengah masyarakat.

Leave a Comment

Related Post