TNI Kodim 0910/Malinau Gencar Sosialisasikan Bahaya Terorisme dan Radikalisme di Tanjung Lapang

Ahmad Fairozi, M.Hum.

16/08/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Malinau – Ancaman terorisme dan paham radikalisme masih menjadi perhatian serius bagi jajaran TNI, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Malinau. Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan peningkatan ketahanan masyarakat, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0910/Malinau menggelar penyuluhan tentang bahaya radikalisme dan terorisme di Kantor Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Kamis (14/8/2025).

Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait ancaman nyata yang ditimbulkan oleh ideologi radikal dan aksi terorisme. Hal tersebut disampaikan oleh Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0910/Malinau, Kapten Arm Jujuk Adi Pracoyo. “Melalui penyuluhan ini, kami ingin masyarakat memahami bahwa radikalisme dan terorisme merupakan ancaman serius yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Kapten Jujuk.

Dalam penyuluhan tersebut, disampaikan berbagai materi penting, mulai dari definisi radikalisme dan terorisme, ciri-ciri paham yang mengarah ke tindakan ekstrem, cara penyebarannya di masyarakat, hingga strategi pencegahan dini yang bisa dilakukan warga. “Kita tekankan kepada masyarakat bahwa radikalisme tidak mengenal usia ataupun wilayah. Karena itu, kewaspadaan harus menjadi kesadaran kolektif,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif, di mana warga diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan narasumber terkait isu intoleransi, perpecahan, dan ancaman ideologi yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila. Selain itu, peserta juga diajak untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapten Jujuk menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis, tidak hanya dari segi fisik melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga secara mental dan ideologis. “Kami berharap masyarakat Tanjung Lapang dapat menjadi komunitas yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi pengaruh negatif yang mengancam keamanan dan persatuan bangsa,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih aktif melaporkan jika menemukan indikasi atau potensi ancaman radikalisme di lingkungan sekitar. “Deteksi dini dan peran aktif warga sangat penting. Karena itu, kami dorong agar masyarakat tidak ragu untuk melapor jika ada hal-hal yang mencurigakan,” pungkas Kapten Jujuk.

Dengan digelarnya kegiatan ini, Satgas TMMD Kodim 0910/Malinau berharap akan tercipta masyarakat yang lebih waspada, sadar, dan terlibat aktif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah perbatasan, khususnya di Kabupaten Malinau.

Leave a Comment

Related Post