Tujuh Negara Amerika Latin Siap Bergabung dengan BRICS, Tantang Dominasi Dolar AS

Ahmad Fairozi, M.Hum.

15/08/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Brasilia — Tujuh negara Amerika Latin dilaporkan akan segera bergabung dengan aliansi BRICS (Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan). Langkah ini dinilai dapat mengubah peta perdagangan global dan melemahkan dominasi dolar AS di pasar internasional.

Menurut laporan Cryptorank pada Kamis (14/8), negara-negara tersebut meliputi Bolivia, Cile, Kolombia, Kuba, Honduras, Peru, dan Venezuela. Beberapa di antaranya telah mengajukan permintaan resmi, sementara lainnya tengah melakukan perundingan diplomatik untuk mempercepat proses keanggotaan.

“Dari permintaan resmi Bolivia hingga perundingan diplomatik Kolombia, ekspansi BRICS ke kawasan Amerika Latin berjalan semakin cepat,” tulis laporan tersebut.

Langkah ini juga mencerminkan pergeseran strategis negara-negara Amerika Latin yang selama beberapa dekade menjadi sasaran kebijakan Amerika Serikat. Ketidakstabilan ekonomi, menurunnya perdagangan, serta tekanan geopolitik disebut menjadi pendorong utama mereka mencari mitra strategis baru.

“Bergabung dengan BRICS dapat menjadi jalan keluar bagi negara-negara ini untuk memulihkan ekonomi mereka melalui perdagangan yang lebih adil dan pendanaan alternatif,” ujar seorang analis geopolitik yang dikutip dalam laporan tersebut.

Selain memperluas jaringan perdagangan, BRICS melalui bank pembangunannya, New Development Bank (NDB), juga berupaya meningkatkan penetrasi pasar Amerika Latin lewat pinjaman dan kesepakatan dagang. Salah satu tujuan utamanya adalah memfasilitasi transaksi lintas batas menggunakan mata uang lokal masing-masing negara.

“Memfasilitasi perdagangan dalam mata uang lokal akan menguntungkan semua pihak sekaligus menjadi langkah nyata mengurangi ketergantungan pada dolar AS,” tulis laporan itu.

Pengamat menilai, langkah kolektif ini bukan sekadar kerja sama ekonomi, tetapi juga manuver politik untuk menantang struktur kekuatan finansial global yang selama ini dikuasai Barat. “Bagi banyak negara, ini adalah satu-satunya pilihan yang tersisa untuk mengakhiri supremasi dolar di pasar internasional,” pungkas laporan tersebut.

Leave a Comment

Related Post