Harakatuna.com. Kairo – Sumber-sumber diplomatik Mesir mengungkapkan bahwa Kairo mengundang delegasi tingkat tinggi dari Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) untuk membahas rencana Israel yang disebut-sebut bertujuan menduduki Jalur Gaza sepenuhnya.
Menurut laporan Quds Press, delegasi Hamas dijadwalkan tiba di Kairo pada Senin (11/8) memenuhi undangan resmi otoritas Mesir. Delegasi tersebut akan dipimpin oleh Khalil al-Hayya, Wakil Kepala Biro Politik Hamas di Jalur Gaza sekaligus ketua tim negosiasi gerakan itu.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari pembahasan mendalam terkait perkembangan terakhir di Gaza dan upaya Mesir mempertahankan perannya dalam isu Palestina,” ujar salah satu sumber diplomatik Mesir yang enggan disebutkan namanya.
Undangan ini datang di tengah ketegangan diplomatik yang memanas setelah media-media Mesir meluncurkan kampanye kritik terhadap Hamas. Kampanye tersebut dipicu oleh pidato Khalil al-Hayya yang menyerukan rakyat Mesir “untuk mengambil tindakan guna menyelamatkan Gaza dari kelaparan yang diterapkan oleh pendudukan Zionis.”
Sumber lain menambahkan bahwa langkah Mesir mengundang Hamas juga dipengaruhi dinamika politik terbaru di kawasan, khususnya setelah pertemuan antara utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. Pertemuan tersebut menghasilkan inisiatif baru yang menurut Witkoff “akan segera diluncurkan” untuk menangani krisis Gaza.








Leave a Comment