Perusahaan Israel Siap Mogok Nasional Dukung Keluarga Tawanan di Gaza

Ahmad Fairozi, M.Hum.

12/08/2025

1
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Tel Aviv — Sejumlah perusahaan di Israel menyatakan akan ikut serta dalam aksi mogok nasional pada 17 Agustus 2025 untuk mendukung keluarga tawanan yang masih ditahan di Gaza. Aksi ini bertujuan menekan pemerintah agar segera melakukan pertukaran sandera dengan faksi-faksi Palestina.

Menurut laporan Israel Hayom, Senin (11/8), perusahaan-perusahaan yang terlibat berkomitmen menghentikan operasional dan mengganggu aktivitas ekonomi sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye keluarga tawanan agar seluruh sandera dapat dipulangkan.

Para penyelenggara aksi menyatakan, mogok ini dirancang untuk “melumpuhkan kehidupan publik” dan diperkirakan akan berdampak pada layanan vital serta sejumlah perusahaan besar. Mereka juga menyerukan partisipasi publik secara luas.

“Gangguan ekonomi ini dibenarkan dan diperlukan,” tulis Pemimpin Oposisi Yair Lapid di platform X, menegaskan dukungan penuh terhadap aksi tersebut.

Aksi mogok ini diumumkan tak lama setelah Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk sepenuhnya menduduki Kota Gaza. Keputusan itu memicu kecaman keras dari sejumlah pemerintah dan organisasi hak asasi manusia internasional.

Di berbagai kota, protes harian terus berlangsung, mendesak pemerintah untuk mencapai kesepakatan pemulangan tawanan, meski hal itu berarti harus mengakhiri perang. Para pengkritik menuduh Netanyahu menunda negosiasi dengan Hamas demi kepentingan politik, termasuk menjaga stabilitas koalisinya.

Sejak dimulainya agresi Israel di Gaza pada Oktober 2023, lebih dari 61.400 orang dilaporkan tewas.

Leave a Comment

Related Post