KH Ma’ruf Amin Ajak Ulama Jaga Kerukunan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

28/07/2025

2
Min Read
KH Ma'ruf Amin Ajak Ulama Jaga Kerukunan

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, mengingatkan pentingnya peran ulama dalam menjaga kerukunan dan persatuan umat. Dalam pidatonya pada peringatan Milad ke-50 MUI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (27/7/2025), Wapres ke-13 RI itu menegaskan bahwa perpecahan di tengah masyarakat dapat menghambat jalannya program-program pembangunan.

“Yang masih perlu terus dimantapkan dan dijaga terus adalah menjaga umat dari perpecahan dan perselisihan, ini kunci. Karena kalau sudah ada perpecahan, ada perselisihan, program apa pun tidak akan bisa kita laksanakan,” ujar Ma’ruf Amin di hadapan para tokoh agama dan pimpinan MUI.

Lebih lanjut, Ma’ruf mengingatkan bahwa MUI memiliki tanggung jawab besar untuk terus berperan sebagai khodimul ummah (pelayan umat) sekaligus sodiqul hukumah (mitra pemerintah). Ia menegaskan, pengabdian MUI kepada umat, bangsa, dan negara tidak boleh terhenti meskipun usia organisasi telah mencapai setengah abad.

“MUI selama 50 tahun berkhidmat untuk umat, untuk bangsa dan negara. MUI tidak boleh berhenti dan harus terus melakukan pengabdian berdasarkan perannya sebagai khodimul ummah dan sodiqul hukumah. Maka tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Ma’ruf juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam mengeluarkan fatwa. Ia mengingatkan agar MUI tidak terjebak pada fatwa yang ekstrem, terlalu keras, atau sebaliknya yang terlalu memudahkan, karena hal itu bisa menyesatkan umat. “MUI harus menjaga umat dari fatwa yang nyeleneh, fatwa yang keras, dan yang memudah-mudahkan. Fatwa harus sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa MUI harus terus melindungi umat dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam, seperti konsumsi makanan dan minuman yang tidak halal serta praktik muamalah yang tidak sesuai dengan ketentuan agama. “Yang menjadi kunci dari semua hal tersebut adalah menjaga umat dari perpecahan dan perselisihan. Sebab kalau ada keduanya, program apa pun tidak dapat kita laksanakan,” tandasnya.

Ma’ruf Amin pun menegaskan bahwa kerukunan antarumat adalah fondasi dari kerukunan antaragama dan antarbangsa. Ia mengaitkan keharmonisan di masyarakat dengan sikap para ulama yang menjadi panutan umat. “Rusaknya kerukunan umat itu karena tidak rukunnya ulama. Maka yang paling utama dijaga adalah ulamanya, agar tidak terlibat dalam perselisihan dan perpecahan,” tutup Ma’ruf.

Leave a Comment

Related Post