Suriah dan Israel Gelar Perundingan Rahasia di Paris, Bahas Krisis Sweida

Ahmad Fairozi, M.Hum.

27/07/2025

2
Min Read
None

On This Post

Harakatuna.com. Sweida – Pejabat tinggi dari Suriah dan Israel menggelar perundingan rahasia di Paris pada Sabtu (26/7), dengan mediasi dari Amerika Serikat. Pertemuan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan sektarian di wilayah selatan Suriah, khususnya di sekitar Kota Sweida yang mayoritas penduduknya berasal dari komunitas Druze.

“Pertemuan ini terjadi setelah tercapainya gencatan senjata dan difokuskan pada pembahasan situasi keamanan terbaru di Sweida,” ungkap seorang pejabat Suriah yang menjadi bagian dari delegasi perundingan, sebagaimana dikutip oleh media Al Jazeera.

Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Sweida dilanda pertempuran sengit antara kelompok Druze dan suku Badui, yang mengakibatkan lebih dari 1.400 orang tewas di pesisir Suriah. Ketegangan memuncak setelah keterlibatan militer Israel yang melakukan serangan udara terhadap gedung-gedung pemerintah di Damaskus dan posisi militer Suriah di Provinsi Sweida.

Pihak Israel menyatakan bahwa intervensi tersebut dilakukan demi melindungi komunitas Druze yang memiliki ikatan etnis dan agama dengan kelompok Druze di Israel. Namun, dalam perundingan di Paris, delegasi Suriah menegaskan sikap tegasnya terhadap intervensi tersebut.

“Kami menyampaikan dengan jelas bahwa kesatuan dan kedaulatan wilayah Suriah bukanlah sesuatu yang bisa ditawar-tawar. Sweida dan seluruh rakyatnya adalah bagian yang tak terpisahkan dari negara kami,” ujar pejabat Suriah tersebut.

Delegasi Damaskus juga mengecam upaya untuk memanfaatkan keretakan sosial di dalam negeri sebagai alasan intervensi asing. “Kami menolak segala bentuk manipulasi yang mencoba mengeksploitasi perbedaan di masyarakat Suriah demi tujuan pemisahan atau pengaruh eksternal,” tambahnya.

Suriah menuding Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas eskalasi terbaru. Delegasi Suriah juga menuntut penarikan segera pasukan Israel dari wilayah-wilayah yang baru saja mereka masuki selama kerusuhan berlangsung. Sementara itu, saluran televisi milik pemerintah Suriah, TV Ekhbariya, melaporkan bahwa meskipun belum ada kesepakatan akhir yang dicapai dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan dialog demi menjaga stabilitas kawasan.

“Pertemuan ini berlangsung dengan semangat yang jujur dan bertanggung jawab,” ujar sumber diplomatik yang dikutip oleh TV tersebut. Pernyataan ini sekaligus menjadi konfirmasi resmi pertama dari pihak Suriah mengenai perundingan yang selama ini dilakukan secara tertutup.

Leave a Comment

Related Post