Haakatuna.com. Addis Ababa – Otoritas Ethiopia telah menangkap sedikitnya 82 orang yang diduga merupakan anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dalam operasi gabungan berskala nasional yang menargetkan sel-sel tidur yang berafiliasi dengan ISIS Somalia.
Badan Intelijen dan Keamanan Nasional Ethiopia (NISS) menyampaikan pernyataan resmi pada Selasa (15/7), mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan di berbagai wilayah, baik di ibu kota maupun kota-kota kecil lainnya.
“Para tersangka ditangkap di Addis Ababa, Sheger, Adama, Haromaya, Shashemene, Bale, Jimma, dan Shakiso di wilayah Oromia, serta di Zona Silte, Halaba Kulito, Jigjiga, dan wilayah Harari,” ujar NISS dalam pernyataan tertulis yang disampaikan kepada media lokal.
Menurut NISS, para tersangka diketahui telah menjalani pelatihan militer dari kelompok ISIS Somalia yang berbasis di Puntland, sebelum dikirim ke Ethiopia untuk menyusup sebagai sel tidur yang bersiap melancarkan serangan.
NISS menjelaskan bahwa investigasi panjang dan pengawasan intensif terhadap jaringan ISIS Somalia berhasil mengungkap rencana serius yang mengancam stabilitas nasional. “Beberapa di antara mereka memiliki koneksi langsung dengan pimpinan ISIS. Mereka tidak hanya dilatih, tetapi juga menerima dana, peralatan, dan dukungan logistik untuk memperluas operasi mereka di Ethiopia,” lanjut pernyataan itu.
NISS juga menyebut adanya upaya kelompok tersebut untuk menyusup melalui lembaga keagamaan dan memanfaatkan retorika keagamaan sebagai kedok dalam menyebarkan ideologi radikal serta merekrut anggota baru.
“Mereka menyebarkan narasi yang memecah belah masyarakat, mendorong kekerasan dan menciptakan kekacauan sosial,” jelas badan intelijen tersebut.
Pihak berwenang menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat selama proses penangkapan. “Kami berterima kasih kepada warga yang telah bekerja sama dengan aparat keamanan. Partisipasi publik adalah kunci utama dalam menggagalkan ancaman terorisme di negara ini,” kata juru bicara NISS.
Badan tersebut juga menyampaikan komitmennya untuk terus memburu anggota ISIS lainnya yang diyakini masih berada di dalam negeri, dan menghimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Kami mengimbau seluruh warga untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu perdamaian dan keamanan wilayah mereka,” tambahnya.
ISIS Somalia: Ancaman Regional yang Tumbuh
ISIS cabang Somalia diketahui berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dengan jumlah pejuang diperkirakan mencapai antara 700 hingga 1.500 orang. Perkembangan ini didorong oleh masuknya rekrutan asing dan meningkatnya dukungan finansial. Kendati demikian, kelompok ini masih tergolong lebih kecil dibandingkan Al-Shabaab, yang hingga kini mendominasi wilayah selatan dan tengah Somalia.
Pada Desember 2024, pemerintah daerah Puntland melancarkan operasi militer besar terhadap ISIS di Pegunungan Golis, merebut lebih dari 50 pangkalan militan dan mengamankan wilayah seluas 250 kilometer persegi.
Sementara itu, Amerika Serikat juga meningkatkan keterlibatannya dengan melancarkan serangkaian serangan udara sejak Februari 2025, menargetkan posisi serta tokoh kunci ISIS di Somalia. Puluhan militan dilaporkan tewas dalam serangan-serangan tersebut.
Menurut laporan militer, frekuensi serangan udara AS meningkat tajam di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, dengan jumlah serangan dalam tiga bulan pertama tahun 2025 melampaui total serangan sepanjang tahun sebelumnya.








Leave a Comment