Harakatuna.com. Tojo Una-una — Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya terus menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai pendekatan humanis. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan keagamaan pada Jumat (4/7/2025), dengan ikut melaksanakan Salat Jumat berjamaah bersama warga di Masjid Assyuhada, Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Banano dan Desa Betaua dari Polsek Tojo, Polres Tojo Una-una, Bripka Jabbar Abu, yang tergabung dalam Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya.
Usai pelaksanaan salat, Bripka Jabbar menyampaikan imbauan Kamtibmas kepada para jamaah. Dalam penyampaiannya, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan yang aman, damai, dan harmonis, terutama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Kerukunan adalah kunci utama dalam menjaga wilayah kita agar tetap aman dan kondusif. Kami mengimbau agar masyarakat saling menghormati perbedaan dan menolak segala bentuk intoleransi,” ujar Bripka Jabbar kepada para jamaah yang hadir.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap masuknya paham radikal yang kerap menyusup melalui kegiatan keagamaan. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi dini potensi gangguan keamanan. “Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk memberikan informasi jika ada hal yang mencurigakan. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sangat penting dalam menangkal penyebaran paham radikal dan intoleran,” tegasnya.
Imbauan yang disampaikan oleh Bripka Jabbar mendapat sambutan positif dari para jamaah. Ahmad, salah satu tokoh masyarakat Desa Betaua yang mewakili jamaah Masjid Assyuhada, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh pihak kepolisian. “Kami berterima kasih atas pesan-pesan yang disampaikan. Ini penting agar kami juga ikut aktif menjaga kampung kami dari pengaruh negatif. Kami siap membantu pihak kepolisian menciptakan situasi yang aman dan damai,” ucap Ahmad.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya untuk memperkuat kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya di daerah rawan pengaruh ideologi ekstrem. Pendekatan keagamaan seperti ini dinilai efektif untuk mempererat hubungan emosional antara petugas dan warga, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga perdamaian.








Leave a Comment