Densus 88 Gandeng PLN Sorong Tangkal Radikalisme di Tempat Kerja

Ahmad Fairozi, M.Hum.

01/07/2025

2
Min Read
Densus 88 Gandeng PLN Sorong Tangkal Radikalisme di Tempat Kerja

Harakatuna.com. Sorong — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melalui Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat menjalin kerja sama strategis dengan PLN Kota Sorong guna memperkuat pencegahan terhadap paham radikal, intoleransi, dan potensi terorisme di lingkungan kerja.

Kepala Satgaswil Papua Barat, AKBP Guntur Andriyanto, melakukan audiensi dengan Manajer LPN UPP MPA 4 Kota Sorong, Abas Joni Wibowo, pada Senin (30/6). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pendekatan lunak (soft approach) dalam penanggulangan terorisme yang menyasar institusi strategis dan objek vital nasional.

“Dalam upaya pencegahan dini, kami menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan seperti tokoh agama, masyarakat, adat, serta institusi penting seperti PLN,” ujar AKBP Guntur Andriyanto.

Ia menegaskan bahwa tugas Densus 88 tidak hanya sebatas penegakan hukum (hard approach), tetapi juga mencakup edukasi dan deradikalisasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Cegah Infiltrasi Paham HTI

Audiensi tersebut secara khusus menyoroti potensi penyebaran kelompok dan ideologi radikal seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di lingkungan kerja. Guntur menyebutkan pentingnya menjaga ekosistem kerja yang aman dan bebas dari pengaruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

“Sinergi antara aparat keamanan dan institusi pelayanan publik sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan bebas dari infiltrasi paham radikal,” tambahnya.

Manajer LPN UPP MPA 4 Kota Sorong, Abas Joni Wibowo, menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan PLN untuk menjadi mitra strategis Densus 88 dalam upaya deradikalisasi di Papua Barat Daya. “Kami siap berkolaborasi dan menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan kerja PLN tetap aman dari pengaruh-pengaruh negatif,” ungkap Abas Joni.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen internal PLN dalam memperkuat ketahanan institusi terhadap paham ekstrem. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem deteksi dini serta langkah preventif terhadap potensi intoleransi dan radikalisme, sekaligus menjadi model pencegahan yang dapat diterapkan secara luas di institusi lainnya.

Leave a Comment

Related Post