Trump Hina Zohran Mamdani Usai Menangi Pilkada Pendahuluan NYC

Ahmad Fairozi, M.Hum.

30/06/2025

3
Min Read
Trump Hina Zohran Mamdani Usai Menangi Pilkada Pendahuluan NYC

Harakatuna.com. New York – Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, kembali memicu kontroversi setelah melontarkan serangan verbal terhadap politisi Demokrat Sosialis, Zohran Mamdani, yang baru saja memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk jabatan Wali Kota New York City.

Mamdani berhasil meraih kemenangan signifikan dengan perolehan suara sebesar 43,5 persen, sementara 90 persen surat suara telah dihitung. Mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, yang menjadi pesaing utamanya, telah mengakui kekalahan. Informasi ini dilaporkan oleh media Al Jazeera.

Kemenangan ini menandai tonggak penting bagi sayap progresif Partai Demokrat, yang semakin mendapat tempat di kancah politik perkotaan. Namun, kemenangan Mamdani justru mendapat respon keras dari Donald Trump melalui media sosial miliknya, Truth Social.

“Demokrat telah melewati batas,” tulis Trump dalam unggahannya pada Jumat (27/6). “Dia [Mamdani] tampak buruk, suaranya melengking, dia tidak terlalu pintar, didukung AOC—semuanya orang bodoh!” Trump juga menyebut Mamdani sebagai “100% Komunis Gila” dan menuding Partai Demokrat kini mendukung kandidat “ber-IQ rendah” untuk menduduki posisi strategis.

Tak hanya Mamdani, Trump turut melontarkan kritik kepada para tokoh progresif lainnya, termasuk anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) dan Senator Chuck Schumer yang diketahui mendukung Mamdani dalam pemilu tersebut.

Kemenangan Mamdani disebut mencerminkan meningkatnya dukungan terhadap agenda-agenda progresif di kota-kota besar seperti New York. Dalam kampanyenya, Mamdani mengusung sejumlah kebijakan sosial, antara lain pembekuan kenaikan sewa untuk hunian terjangkau, penyediaan layanan bus kota gratis, serta pembukaan toko kelontong yang dikelola oleh pemerintah kota.

Untuk mendanai program-program tersebut, Mamdani mengusulkan pengenaan pajak tambahan sebesar 10 miliar dolar AS kepada perusahaan-perusahaan besar dan warga kaya di New York. “Ini bukan sekadar soal kebijakan, ini soal keadilan ekonomi dan sosial,” ujar Mamdani dalam salah satu pidato kampanyenya.

Sikap Pro-Palestina Jadi Sorotan

Mamdani juga dikenal sebagai salah satu politisi paling vokal dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Ia secara terbuka menyatakan akan menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika menginjakkan kaki di New York, merujuk pada surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Dukungannya terhadap gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap Israel juga menuai reaksi keras dari kelompok pro-Israel. Kendati demikian, banyak pendukung Mamdani memujinya sebagai pemimpin yang berani dan tidak takut mengambil sikap. “Dia membawa suara yang selama ini tak terdengar. Kami butuh pemimpin seperti dia di City Hall,” ujar salah satu pendukung Mamdani saat merayakan kemenangan di Queens.

Keberhasilan Zohran Mamdani disebut sebagai indikasi adanya pergeseran politik di kalangan pemilih perkotaan di Amerika Serikat. Agenda-agenda progresif seperti redistribusi kekayaan, keadilan sosial, dan reformasi perumahan mulai mendapat tempat yang lebih luas dalam diskursus publik.

Analis politik menilai, tren ini bisa menjadi tantangan besar bagi Partai Republik, sekaligus sinyal bahwa sayap progresif di tubuh Partai Demokrat kini semakin berpengaruh menjelang pemilu 2026 dan pemilu presiden berikutnya.

Leave a Comment

Related Post