Houthi Tembakkan Rudal Balistik ke Israel Usai Gencatan Senjata Iran-Israel

Ahmad Fairozi, M.Hum.

29/06/2025

2
Min Read
Houthi Tembakkan Rudal Balistik ke Israel Usai Gencatan Senjata Iran-Israel

On This Post

Harakatuna.com. Sanaa – Kelompok Houthi di Yaman kembali melancarkan serangan ke Israel dengan menembakkan rudal balistik pada Sabtu (28/6/2025), hanya beberapa hari setelah Iran dan Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata pasca konflik yang berlangsung selama hampir dua pekan.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Yaman. “Sebuah pencegat diluncurkan ke arah rudal tersebut, dan rudal tersebut kemungkinan besar berhasil dicegat,” bunyi pernyataan resmi IDF, dikutip dari Jewish News Syndicate (JNS), Minggu (29/6/2025).

Serangan rudal itu memicu sirene peringatan di berbagai wilayah Israel, termasuk kawasan tengah, barat, dan selatan Negev, serta wilayah Arava, Laut Mati, dan sebagian Yudea. Meski belum ada laporan korban jiwa, ketegangan di kawasan kembali meningkat.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ia menyatakan bahwa rudal balistik jenis Dhu al-Fiqar ditembakkan ke arah kota Beersheba di Israel. Menurutnya, serangan ini merupakan bagian dari operasi yang mereka sebut sebagai “Pertempuran Kemenangan yang Dijanjikan dan Jihad Suci.”

“Operasi ini adalah bentuk dukungan kami kepada rakyat Palestina dan kelompok-kelompok perlawanan di Gaza,” kata Saree dalam sebuah pernyataan resmi. Ia juga mengklaim bahwa rudal berhasil mencapai targetnya, bertolak belakang dengan pernyataan IDF yang menyebut rudal telah dicegat.

Lebih lanjut, Saree mengungkapkan bahwa kelompok Houthi telah melakukan beberapa operasi militer lain dalam sepekan terakhir, menargetkan instalasi militer dan lokasi strategis di Beersheba, Haifa, dan Jaffa. Operasi tersebut, katanya, menggunakan kombinasi antara drone dan rudal balistik. “Semuanya berhasil, syukur kepada Allah,” ujarnya.

Serangan terbaru ini terjadi tak lama setelah kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel diumumkan, yang mengakhiri konflik bersenjata selama 12 hari. Perang yang meletus sejak 13 Juni itu dipicu oleh serangan udara Israel terhadap situs-situs militer dan nuklir Iran. Sebagai balasan, Teheran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke sejumlah lokasi penting di Israel.

Menurut laporan resmi, ratusan orang dilaporkan tewas di Iran sepanjang konflik, sementara di pihak Israel, korban jiwa mencapai 28 orang.

Meski perang langsung antara Iran dan Israel telah mereda, serangan dari kelompok-kelompok sekutu Iran seperti Houthi menunjukkan bahwa eskalasi di Timur Tengah belum sepenuhnya berakhir. Pihak Houthi berulang kali menyatakan bahwa mereka akan terus menyerang Israel hingga pengepungan terhadap Jalur Gaza dihentikan.

Leave a Comment

Related Post