Kepala Staf Militer Israel Akui Operasi Rahasia di Iran Selama Perang 12 Hari

Ahmad Fairozi, M.Hum.

26/06/2025

2
Min Read
Kepala Staf Militer Israel Akui Operasi Rahasia di Iran Selama Perang 12 Hari

On This Post

Harakatuna.com. Tel Aviv — Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, secara terbuka mengungkapkan bahwa pasukan komando Israel telah melakukan operasi rahasia di dalam wilayah Iran selama konflik bersenjata 12 hari antara kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Zamir dalam pidato resminya yang disiarkan oleh televisi nasional Israel pada Kamis (26/6), dua hari setelah gencatan senjata diberlakukan.

“Kami menguasai sepenuhnya wilayah udara Iran dan menjalankan operasi di lokasi-lokasi yang telah kami pilih,” kata Zamir, seperti dilansir AFP.

Menurutnya, keberhasilan operasi tersebut tak lepas dari kerja sama antarlembaga militer serta penggunaan strategi pengelabuan yang canggih. “Keberhasilan ini dicapai berkat koordinasi strategis dan taktik tipu daya dari Angkatan Udara serta satuan komando darat kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zamir mengungkapkan bahwa pasukan Israel berhasil menyusup dan bergerak secara tersembunyi jauh di dalam wilayah Iran. “Pasukan kami menjalankan misi rahasia jauh di wilayah musuh dan menciptakan ruang manuver yang luas bagi operasi kami,” ujarnya.

Pernyataan Zamir menjadikannya pejabat militer pertama Israel yang secara eksplisit mengonfirmasi keterlibatan langsung pasukan Israel di wilayah Iran selama konflik tersebut. Ia juga menegaskan bahwa meski gencatan senjata telah diberlakukan, ancaman tetap ada dan kewaspadaan harus dijaga.

“Konflik ini belum sepenuhnya berakhir. Kita harus tetap siaga, karena masih banyak tantangan di depan,” tegasnya.

Perang antara Israel dan Iran pecah pada 13 Juni lalu setelah Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran. Israel mengklaim bahwa serangan itu bertujuan untuk menghentikan ambisi nuklir Teheran — tuduhan yang berulang kali dibantah oleh pemerintah Iran.

Gencatan senjata mulai diberlakukan sejak Selasa (24/6) dan mengakhiri pertempuran udara intens yang berlangsung hampir dua pekan. Kedua negara sama-sama menyatakan telah meraih kemenangan dalam konflik tersebut.

Dalam pidatonya, Zamir juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Amerika Serikat dalam mendukung Israel selama konflik. “Saya ingin berterima kasih kepada Amerika Serikat atas tindakan mereka yang tegas, kuat, dan mengesankan,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa koordinasi militer antara Israel dan AS sangat erat selama konflik berlangsung. Salah satu bentuk keterlibatan AS adalah aksi pengeboman terhadap tiga situs nuklir utama Iran — Fordow, Isfahan, dan Natanz — yang terjadi pada Minggu dini hari (22/6).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran mengenai pengakuan operasi rahasia oleh militer Israel tersebut.

Leave a Comment

Related Post