Gencatan Senjata Iran-Israel Resmi, Dunia Tarik Napas Lega

Ahmad Fairozi, M.Hum.

25/06/2025

3
Min Read
Gencatan Senjata Iran-Israel Resmi, Dunia Tarik Napas Lega

On This Post

Harakatuna.com. Tel Aviv -Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara resmi mengumumkan gencatan senjata dengan Israel pada Selasa (24/6), menandai berakhirnya konflik bersenjata yang berlangsung selama hampir dua pekan. Pernyataan ini disampaikan melalui pesan resmi yang disiarkan oleh kantor berita Iran, IRNA.

“Hari ini, setelah perlawanan heroik bangsa kita yang hebat, yang tekadnya membuat sejarah, kita menyaksikan terbentuknya gencatan senjata dan berakhirnya perang 12 hari,” ujar Pezeshkian dalam pidatonya kepada rakyat, seperti dikutip dari AFP.

Pezeshkian menegaskan bahwa Iran berkomitmen penuh untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata tersebut, kecuali jika pihak Israel melakukan pelanggaran lebih dulu. “Iran tidak akan melanggar gencatan senjata, kecuali rezim Zionis melakukannya,” tegasnya dalam pernyataan terpisah yang disampaikan kepada media Nour News dan dikutip oleh CNN.

Lebih lanjut, Pezeshkian menyampaikan kesiapan Iran untuk berdialog dan membela hak-hak nasional di meja perundingan. Ia juga menampik tudingan bahwa Iran tengah mengembangkan senjata nuklir. “Kami tidak seperti Gaza atau Lebanon yang tidak mampu merespons serangan militer rezim Zionis,” katanya dalam percakapan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, menurut laporan Kantor Berita Fars.

Pezeshkian menambahkan, “Kami berharap Anda menjelaskan kepada mereka, dalam interaksi Anda dengan Amerika, bahwa Republik Islam Iran hanya menuntut hak-haknya yang sah. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, mencari senjata nuklir dengan cara apa pun.”

Dalam upaya diplomatik lebih lanjut, Presiden Iran juga melakukan panggilan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Dalam percakapan itu, ia menyatakan kesiapan Iran untuk menyelesaikan ketegangan dengan Amerika Serikat melalui kerangka kerja hukum internasional, seperti dilaporkan oleh Al Jazeera dan IRNA.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran, menyusul tekanan internasional yang semakin besar untuk menghentikan konflik.

Sementara itu, dari pihak Israel, Kepala Staf Militer Letnan Jenderal Eyal Zamir menyatakan bahwa fokus militer Israel kini kembali tertuju pada Gaza, khususnya terhadap kelompok militan Hamas. “Kini fokusnya kembali ke Gaza — untuk membawa pulang para sandera dan membubarkan rezim Hamas,” ujar Zamir dalam pernyataan militer yang dikutip oleh AFP.

Pasca kesepakatan, militer Israel juga telah mencabut pembatasan terhadap aktivitas publik, termasuk kegiatan kerja dan pendidikan, yang sebelumnya diberlakukan karena eskalasi konflik.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres turut menyambut baik gencatan senjata ini dan menyerukan agar kedua belah pihak menghormatinya. “Pertempuran harus dihentikan. Rakyat kedua negara sudah terlalu menderita,” kata Guterres melalui unggahan di media sosial X (dulu Twitter).

Namun, sempat terjadi ketegangan baru setelah Kementerian Pertahanan Israel dilaporkan berniat melancarkan serangan tambahan terhadap Iran, yang dituduh melanggar perjanjian. Presiden Trump bereaksi keras terhadap laporan ini dan memperingatkan kedua negara untuk mematuhi gencatan senjata yang telah disepakati.

Leave a Comment

Related Post