Samarinda Bangun Ekosistem Ramah Anak untuk Lindungi Anak dari Ancaman Radikalisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

21/06/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan pentingnya perlindungan anak dari paparan ideologi ekstremis dan radikal sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Ia menekankan bahwa pencegahan radikalisme terhadap anak harus menjadi prioritas bersama lintas sektor.

Dalam pernyataannya pada Senin (16/6/2025), Andi Harun menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh menjadi pewaris ideologi keliru. Mereka memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dalam suasana damai, tanpa trauma atau stigma akibat lingkungan radikal.

“Anak-anak bukan pewaris ideologi keliru. Mereka punya hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan mencintai tanah air tanpa bayang-bayang trauma atau stigma,” tegasnya.

Andi Harun mengapresiasi Peraturan Menteri PPPA Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pedoman Perlindungan Anak dari Radikalisme dan Terorisme. Namun, ia menilai bahwa implementasi di daerah perlu diperkuat dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan manusiawi.

“Kita tidak hanya bicara soal hukum, tetapi juga bagaimana membentengi jiwa dan pemikiran anak-anak dari ideologi sesat yang mungkin ditanamkan oleh orang tua atau lingkungannya,” ungkap Andi Harun.

Ia menyoroti bahwa anak-anak dari keluarga pelaku atau mantan pelaku terorisme seringkali menjadi korban yang tidak bersalah. Namun, stigma sosial yang mereka terima justru berpotensi memperburuk keadaan dan mempersulit proses reintegrasi mereka ke dalam masyarakat.

Wali Kota Samarinda menegaskan bahwa stigma terhadap anak-anak dengan latar belakang keluarga teroris bisa sama berbahayanya dengan doktrin radikal itu sendiri. Oleh karena itu, program netralisasi ideologi, pelatihan kebangsaan, dan pendampingan psikologis menjadi bagian penting dalam skema perlindungan anak yang sedang dibangun di Samarinda.

“Melihat Indonesia dari Pancasila dan UUD 1945 harus kita bangun ulang dalam diri anak-anak ini. Tugas kita bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi semua pihak, untuk menciptakan ekosistem perlindungan yang utuh,” jelasnya.

Komitmen Pemkot Samarinda dalam mewujudkan Kota Layak Anak tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik dan pelayanan dasar, tetapi juga pada pencegahan ideologi ekstrem dan radikal yang dapat merusak masa depan anak-anak.

Melalui program-program terintegrasi, Samarinda ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan ruang aman, pendidikan kebangsaan, dan pendampingan psikologis yang layak, terutama bagi mereka yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan yang terpapar ideologi menyimpang.

Leave a Comment

Related Post