Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Jaringan JAS Nusra di Bima

Ahmad Fairozi, M.Hum.

20/06/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Bima – Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang pria berinisial AH (39), yang diduga terlibat dalam jaringan Jamaah Anyaru Syariah (JAS) Nusra, pada Kamis pagi, 19 Juni 2025. Penangkapan dilakukan di Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, saat AH tengah mengantar anaknya ke sekolah dasar setempat.

AH merupakan pria asal Pekalongan, Jawa Tengah, yang telah menetap di Kota Bima sejak 2012. Ia diketahui tinggal di Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota. Pria kelahiran tahun 1986 ini diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan ekstremis yang beroperasi di wilayah Nusra.

Usai penangkapan, tim Densus 88 langsung melakukan penggeledahan di rumah AH. Dari lokasi tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas terorisme. Di antaranya tiga unit laptop, dua telepon genggam, satu sepeda motor, serta satu busur lengkap dengan empat anak panah.

Kepala Subseksi Penerangan Informasi dan Dokumentasi (Pidm) Sie Humas Polres Bima Kota, Aipda Nasrun, membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Iya, kemarin ada kegiatan itu,” ujarnya saat dikonfirmasi media NTBSatu pada Jumat, 20 Juni 2025.

Meski membenarkan kejadian, Nasrun mengaku belum mengetahui secara rinci informasi terkait identitas lengkap maupun afiliasi jaringan AH. “Kalau soal nama dan jaringannya, kami belum dapat informasi pasti. Penangkapan sepenuhnya dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sebelum melakukan penangkapan, tim Densus 88 sempat mendatangi Mapolres Bima Kota. Namun, koordinasi yang dilakukan hanya bersifat umum. “Tim Densus memang mampir ke sini sebelumnya, tapi untuk hal detailnya kami tidak tahu,” sambung Nasrun.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Densus 88 terkait peran AH dalam jaringan JAS Nusra, maupun dugaan rencana aksi yang tengah disusun. Proses penyelidikan masih terus berlangsung, dan pihak berwenang diharapkan segera memberikan informasi lanjutan terkait perkembangan kasus ini.

Leave a Comment

Related Post