BNPT Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Nasional dan Teknologi dalam Cegah Radikalisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

16/06/2025

2
Min Read
BNPT Tegaskan Peran Negara Krusial dalam Cegah Radikalisme dan Jaga Stabilitas Nasional

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono menegaskan pentingnya peran negara dalam memperkuat ketahanan dan keamanan nasional melalui kerja sama lintas sektor guna menghadapi ancaman ideologi radikal.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (15/6), Eddy menyatakan bahwa kolaborasi dalam menjaga stabilitas negara tidak bisa dilakukan secara parsial. Negara, menurutnya, harus menjadi garda terdepan dalam membangun pertahanan terhadap ancaman yang dapat merusak tatanan sosial dan ideologi bangsa.

“Memang kerja sama pertahanan secara global untuk kedamaian dan keamanan dalam negeri harus diwujudkan oleh sebuah negara sehingga stabilitas negara itu lebih terjamin dan kehidupan dalam bermasyarakat bernegara menjadi lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eddy menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional dalam mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme. Menurutnya, penyebaran ideologi ekstrem dapat mengganggu keamanan nasional dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dalam konteks ini, negara memang wajib melakukan pencegahan supaya paham radikal terorisme ini tidak tersebar, karena dapat mengganggu stabilitas keamanan dan pertahanan di Indonesia sehingga kerangka NKRI tetap utuh,” jelasnya.

Senada dengan Eddy, Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Hubungan Masyarakat BNPT Tejo Wijanarko menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif yang tidak hanya melibatkan aspek keamanan, tetapi juga pemanfaatan teknologi informasi dalam strategi pencegahan.

“BNPT selalu berkolaborasi dengan semua kementerian/lembaga, masyarakat sipil, dan sektor swasta dalam rangka melakukan pencegahan terorisme maupun radikalisme. Dalam era sekarang, pencegahan tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan. Kita juga harus bisa memanfaatkan teknologi informasi,” ungkap Tejo.

Partisipasi BNPT dalam Indo Defence Expo and Forum 2024 juga menjadi bentuk konkret dari komitmen pemerintah dalam membangun sinergi antarlembaga demi memperkuat pertahanan nasional.

Sebelumnya, dalam pembukaan Indo Defence 2024, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan tinggal diam apabila kedaulatan negara terancam. Ia menekankan bahwa bangsa Indonesia lebih memilih gugur dalam perjuangan daripada kembali dijajah oleh bangsa asing.

Kehadiran BNPT dalam forum pertahanan internasional tersebut mencerminkan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan nasional bukan hanya berada di pundak satu institusi, melainkan menjadi tugas bersama seluruh elemen bangsa.

Leave a Comment

Related Post