IRGC Lancarkan Serangan Rudal ke Israel Sasar Sejumlah Fasilitas Strategis

Ahmad Fairozi, M.Hum.

16/06/2025

3
Min Read
IRGC Lancarkan Serangan Rudal ke Israel Sasar Sejumlah Fasilitas Strategis

Harakatuna.com. Teheran – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan gelombang baru serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel pada Sabtu malam (15/6), sebagai bagian dari operasi pembalasan bertajuk “True Promise III”. Serangan tersebut dikabarkan menghantam sejumlah fasilitas strategis, termasuk kilang minyak di Haifa dan infrastruktur listrik di wilayah pendudukan.

Menurut laporan media Iran, Press TV, fase kedua dari operasi militer besar-besaran ini dimulai pada pukul 23.45 waktu setempat. Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat rudal-rudal Iran menghantam target-target militer dan industri di wilayah Israel utara.

“Operasi ini dilakukan dengan sandi ‘Ya Ali bin Abi Talib’ sebagai respons langsung terhadap agresi baru oleh rezim Zionis,” ujar Departemen Hubungan Masyarakat IRGC dalam pernyataan resminya, Sabtu malam.

Target: Infrastruktur Vital di Haifa

Fokus utama dari serangan kali ini adalah kota pelabuhan Haifa, yang menjadi pusat industri dan militer penting Israel. Beberapa fasilitas strategis seperti kilang minyak dan jaringan listrik dilaporkan menjadi sasaran utama.

Dalam salah satu video yang beredar, tampak kobaran api besar membakar kilang minyak di Haifa, menerangi langit malam dan menimbulkan kepulan asap hitam yang tebal. Laporan awal menyebutkan, kebakaran tersebut juga memicu pelepasan bahan kimia beracun ke udara.

“Rudal berpemandu presisi menghantam infrastruktur listrik vital, menyebabkan gangguan besar pada sistem distribusi di wilayah tengah Israel,” tulis media Israel, mengutip sumber militer setempat.

Pemadaman listrik besar-besaran dilaporkan terjadi di sejumlah pemukiman di Galilea, termasuk Galilea Atas dan Barat, Kota Nazareth, Afula, serta wilayah utara lainnya.

Iran Ngamuk, Pejabat Tinggi Israel Mengamankan Diri

Serangan ini merupakan kelanjutan dari fase awal operasi pembalasan Iran yang dimulai Jumat malam (14/6), menyusul serangkaian serangan Israel ke wilayah Iran yang menargetkan fasilitas nuklir dan rudal, serta menewaskan puluhan tokoh militer senior dan ilmuwan.

“Total korban dari serangan Israel ke Iran mencapai sedikitnya 78 orang tewas dan 320 lainnya luka-luka,” ungkap perwakilan Iran untuk PBB dalam keterangan resminya.

Dalam laporan yang dirilis Channel 13 Israel, disebutkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggelar rapat darurat Kabinet Keamanan di sebuah bunker bawah tanah pada Sabtu malam. Sumber dari pemerintahan Israel menyebutkan bahwa sejumlah menteri dan pejabat tinggi telah mengungsi ke lokasi rahasia sejak Jumat (13/6) sebagai langkah antisipatif.

Ketegangan Memuncak, Israel Siaga Penuh

Sirene peringatan rudal dilaporkan berbunyi di berbagai wilayah, termasuk Galilea Atas dan Barat, Kota Nazareth, dan Afula. Beberapa laporan juga menyebut bahwa tangki amonia di Haifa ikut menjadi sasaran serangan, dengan api dan asap tebal terlihat membumbung dari lokasi tersebut.

Radio Militer Israel memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan dari Iran dalam waktu dekat. “Kami bersiap menghadapi skenario eskalasi jangka panjang,” kata seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya kepada stasiun tersebut.

Serangan ini menjadi salah satu konfrontasi militer paling signifikan antara Iran dan Israel dalam beberapa tahun terakhir, menandai fase baru dalam konflik regional yang melibatkan berbagai kepentingan strategis dan kekuatan global.

Leave a Comment

Related Post