Israel Peringatkan Evakuasi Warga Sekitar Kompleks Medis Nasser, Gaza Selatan Terancam Krisis Kemanusiaan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

14/06/2025

2
Min Read
Israel Peringatkan Evakuasi Warga Sekitar Kompleks Medis Nasser, Gaza Selatan Terancam Krisis Kemanusiaan

On This Post

Harakatuna.com. Khan Younis – Militer pendudukan Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga sipil Palestina dan para pengungsi di sekitar Kompleks Medis Nasser, Khan Younis, Jalur Gaza selatan. Perintah ini memicu kekhawatiran serius atas kemungkinan serangan militer terhadap salah satu fasilitas kesehatan terakhir yang masih beroperasi di wilayah selatan Gaza.

Berdasarkan laporan kantor berita resmi Palestina, WAFA, Kamis (12/6/2025), peringatan disampaikan langsung oleh militer Israel melalui komunikasi langsung ke individu di sekitar area kompleks. Mereka menyatakan kawasan tersebut sebagai “zona operasi militer” dan meminta seluruh orang yang berada di dalam dan di sekitarnya untuk segera mengungsi menuju wilayah pesisir Al-Mawasi dan lokasi lainnya yang dianggap “aman”.

Saksi mata melaporkan bahwa warga, termasuk jurnalis yang tengah meliput, mulai mengungsi dari kawasan tersebut. Kepanikan melanda seiring meningkatnya kekhawatiran akan serangan udara dan potensi pembantaian baru. Ketegangan kian diperparah oleh pemadaman total jaringan komunikasi dan internet di sebagian besar wilayah Jalur Gaza.

Menurut sumber medis lokal, Kompleks Medis Nasser saat ini merupakan satu-satunya rumah sakit di Gaza selatan yang masih menyediakan layanan vital, seperti perawatan intensif neonatal, cuci darah, operasi bedah, dan perawatan kritis. Jika fasilitas ini ditutup atau diserang, ratusan pasien berisiko kehilangan nyawa, dan situasi dapat berubah menjadi bencana kemanusiaan berskala besar.

“Penutupan Kompleks Medis Nasser akan menjadi pukulan terakhir bagi sistem kesehatan kami. Ini bukan hanya tentang bangunan, ini soal kehidupan yang bergantung pada layanan medis setiap detiknya,” ujar salah satu tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan.

Sumber-sumber lokal juga memperingatkan bahwa setelah sebelumnya melumpuhkan hampir seluruh infrastruktur medis di Gaza utara, militer Israel kini secara sistematis mengarah ke wilayah selatan. Serangkaian serangan yang menargetkan fasilitas kesehatan menimbulkan kekhawatiran bahwa kolaps total layanan kesehatan di Jalur Gaza tinggal menunggu waktu.

“Ini adalah strategi sistematis. Setelah menghancurkan rumah sakit dan klinik di utara, sekarang yang di selatan pun disasar. Jika ini terus berlanjut, akan terjadi kehancuran total sistem kesehatan,” ungkap seorang pejabat medis setempat.

Sejak dimulainya agresi Israel terbaru, ribuan warga sipil telah menjadi korban dan ratusan ribu lainnya terusir dari tempat tinggal mereka. Banyak dari mereka kini menggantungkan hidup pada fasilitas seperti Kompleks Medis Nasser, yang hingga saat ini menjadi titik pertolongan terakhir.

Situasi ini juga menyoroti krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza. Dengan terbatasnya akses bantuan kemanusiaan dan semakin menyempitnya ruang aman bagi warga sipil, seruan internasional untuk penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap fasilitas sipil, khususnya rumah sakit, terus menguat.

Leave a Comment

Related Post