Serangan Udara Israel Gempur Gaza di Hari Pertama Idul Adha, 42 Warga Tewas

Ahmad Fairozi, M.Hum.

07/06/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Gaza – Hari pertama Idul Adha di Jalur Gaza berubah menjadi tragedi, setelah serangkaian serangan udara dilancarkan oleh militer Israel pada Minggu pagi (7/6). Serangan tersebut menghantam sejumlah kawasan permukiman padat penduduk saat warga tengah merayakan hari raya keagamaan tersebut.

Menurut laporan Al Jazeera, sedikitnya 42 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan ini, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke berbagai rumah sakit di wilayah tersebut. “Jumlah korban kemungkinan akan terus bertambah. Rumah sakit-rumah sakit di Gaza kini kewalahan menangani lonjakan pasien,” kata seorang petugas medis yang enggan disebutkan namanya kepada Al Jazeera.

Serangan yang terjadi sejak fajar itu menyebabkan kehancuran pada sejumlah rumah dan fasilitas umum. Warga yang sedang bersiap melaksanakan salat Id dan menyambut hari suci dikejutkan oleh ledakan besar yang mengguncang kawasan permukiman.

Kementerian Kesehatan Gaza mengutuk serangan tersebut, dan menyebutnya sebagai “tindakan brutal yang menambah panjang daftar pelanggaran hak asasi manusia terhadap penduduk sipil di wilayah yang telah diblokade selama lebih dari 16 tahun.”

“Hari raya ini seharusnya menjadi momen sukacita, namun justru berubah menjadi duka mendalam. Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional,” ujar juru bicara kementerian tersebut dalam pernyataan resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah atau militer Israel terkait alasan di balik serangan tersebut. Namun, tindakan ini telah memicu kecaman luas dari komunitas internasional dan kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Sementara itu, di tengah puing-puing dan suasana berkabung, warga Gaza tetap berusaha melanjutkan perayaan Idul Adha meski dalam keterbatasan dan rasa takut. “Kami hanya ingin hidup damai dan merayakan hari besar kami bersama keluarga,” ujar Ahmad, seorang warga Gaza, dengan mata berkaca-kaca. “Tapi bahkan itu pun direnggut dari kami.”

Leave a Comment

Related Post