PM Spanyol Pedro Sanchez: “Kita Harus Menghentikan Kebiadaban Ini di Gaza”

Ahmad Fairozi, M.Hum.

03/06/2025

2
Min Read
PM Spanyol Pedro Sanchez: "Kita Harus Menghentikan Kebiadaban Ini di Gaza"

On This Post

Harakatuna.com. Melilla – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyerukan diakhirinya kekerasan di Jalur Gaza dan menyampaikan penghormatan mendalam kepada para tenaga kesehatan Palestina yang gugur dalam konflik. Seruan itu disampaikannya saat meresmikan Rumah Sakit Universitas Melilla yang baru pada Senin (2/6), dalam sebuah pidato yang penuh emosi dan solidaritas.

Mengacu pada pernyataan terbaru Paus Leo XIV, Sanchez mengulang seruan moral untuk menghentikan penderitaan warga Gaza. “Saya menggemakan kata-kata Paus: demi kemanusiaan, demi kesopanan, demi keadilan, kita harus menghentikan kebiadaban ini,” tegas Sanchez, seperti dilansir Anadolu.

Dalam pidatonya, Sanchez menggambarkan kehancuran yang terus terjadi di Gaza, termasuk penghancuran rumah sakit yang selama ini menjadi tempat terakhir perlindungan warga sipil. “Setiap hari kita melihat di televisi gambar rumah sakit yang hancur akibat bom, seperti yang terjadi di Gaza. Beberapa hari lalu, rumah sakit terakhir di utara Jalur Gaza diledakkan. Rumah sakit itu tetap beroperasi hanya berkat keberanian segelintir tenaga medis,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pengorbanan luar biasa para tenaga kesehatan di Gaza yang memilih bertahan demi menyelamatkan pasien, meskipun itu berarti mengorbankan nyawa mereka sendiri. “Ratusan dokter dan perawat telah meninggal di Gaza karena mereka menolak meninggalkan pasien mereka. Mereka benar-benar gugur dalam pelukan warga sipil yang mereka coba selamatkan hingga akhir,” tambahnya.

Sanchez mengatakan, momen peresmian rumah sakit di Melilla—yang terletak di tepi Laut Mediterania, perairan yang juga menyentuh pantai Palestina—merupakan saat yang tepat untuk mengenang para pejuang kemanusiaan di Gaza. “Itulah sebabnya hari ini, lebih dari sebelumnya, dengan penuh emosi, saya percaya perlu untuk menghormati kenangan mereka di acara yang berlangsung di tepi laut yang sama yang menghubungkan Palestina dan Spanyol,” ujarnya.

Israel telah melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menyusul eskalasi konflik dengan Hamas. Serangan tersebut hingga kini telah merenggut lebih dari 54.400 nyawa warga Palestina, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Meskipun ada seruan internasional untuk gencatan senjata, Israel tetap melanjutkan operasi militernya.

Lembaga-lembaga kemanusiaan internasional juga telah memperingatkan mengenai risiko kelaparan massal yang mengancam jutaan penduduk di wilayah terkepung itu akibat blokade berkepanjangan dan hancurnya infrastruktur dasar.

Leave a Comment

Related Post