Pemukim Israel Blokade Bantuan ke Gaza Di Tengah Peringatan Bencana Kelaparan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

28/05/2025

2
Min Read
Pemukim Israel Blokade Bantuan ke Gaza, Di Tengah Peringatan Bencana Kelaparan

On This Post

Harakatuna.com. Ashdod — Sekelompok pemukim Israel pada Selasa (27/5/2025) berkumpul di Pelabuhan Ashdod, sekitar 30 kilometer dari Jalur Gaza, dalam upaya menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah yang tengah menghadapi krisis kelaparan. Aksi ini berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap bencana kemanusiaan yang mengancam 2,3 juta warga Palestina di Gaza.

Menurut laporan Quds News Network (QNN), para pengunjuk rasa terlihat berdiri di depan truk-truk bantuan saat kendaraan itu keluar dari gerbang pelabuhan. Rekaman video yang beredar di media Israel dan media sosial memperlihatkan pemukim berupaya menghentikan distribusi bantuan yang seharusnya segera dikirim ke Gaza.

Kelompok pemukim yang dikenal dengan nama Tzav 9 mengonfirmasi bahwa para anggotanya juga sedang menuju ke Perlintasan Kerem Shalom, titik masuk utama untuk pengiriman bantuan ke Gaza, guna melanjutkan blokade mereka terhadap truk-truk bantuan yang melintasi pos pemeriksaan militer Israel.

Reut Ben Haim, Ketua Tzav 9, menyatakan bahwa mereka menolak keras segala bentuk bantuan ke Gaza. “Perpanjangan bantuan ke Gaza adalah kejahatan yang tidak bisa diabaikan,” tegas Ben Haim, seperti dikutip dari media lokal.

Tindakan kelompok ini bukan kali pertama dilakukan. Tzav 9 diketahui pernah melakukan aksi serupa, dan bahkan dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat pada Juni tahun lalu saat Joe Biden masih menjabat sebagai Presiden, menyusul serangan mereka terhadap konvoi bantuan kemanusiaan yang ditujukan ke Gaza.

Sikap keras terhadap pengiriman bantuan ke Gaza juga tercermin dalam opini publik Israel. Menurut survei yang dilakukan oleh Channel 12 Israel, sebanyak 72% warga Israel menentang pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah yang diblokade itu.

Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk sejak Israel menutup perlintasan utama pada 2 Maret lalu, menghentikan pasokan makanan, obat-obatan, dan bantuan lainnya. Penutupan ini memperparah krisis yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di tengah blokade total Israel yang telah berlangsung sekitar 80 hari.

Setelah mendapat tekanan internasional, Israel mengumumkan sekitar seminggu lalu bahwa mereka akan mengizinkan masuknya bantuan dalam jumlah terbatas. Namun, menurut laporan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), realitas di lapangan masih menunjukkan bahwa hanya sedikit truk bantuan yang berhasil mencapai wilayah Gaza, dan banyak warga Palestina masih dibiarkan kelaparan.

“Kami mengonfirmasi bahwa sebagian besar bantuan masih terhalang dan tidak menjangkau warga yang sangat membutuhkan di Gaza,” ungkap Juru Bicara PBB dalam pernyataannya.

Aksi blokade oleh pemukim ini menuai kecaman dari berbagai kalangan internasional yang menganggap upaya menghalangi bantuan sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.

Leave a Comment

Related Post