Tuai Kecaman, Seorang Anggota Partai Republik AS Serukan Serang Gaza dengan Nuklir

Ahmad Fairozi, M.Hum.

25/05/2025

2
Min Read
Tuai Kecaman, Seorang Anggota Partai Republik AS Serukan Serang Gaza dengan Nuklir Ahmad Fairozi BNPT

On This Post

Harakatuna.com. Washington, D.C. – Pernyataan kontroversial yang disampaikan oleh anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik, Randy Fine, telah memicu gelombang kecaman internasional setelah ia menyarankan penggunaan senjata nuklir terhadap Gaza. Dalam wawancara di Fox News, Fine membandingkan situasi di Jalur Gaza dengan Kekaisaran Jepang pada Perang Dunia II, dan menyebut pengeboman Hiroshima dan Nagasaki sebagai model untuk “mengakhiri perang” di wilayah tersebut.

“Faktanya adalah bahwa perjuangan Palestina adalah perjuangan yang jahat,” ujar Fine dalam tayangan tersebut. “Dalam Perang Dunia Kedua, kami tidak menegosiasikan penyerahan diri dengan Nazi. Kami tidak menegosiasikan penyerahan diri dengan Jepang. Kami menyerang Jepang dengan senjata nuklir dua kali untuk mendapatkan penyerahan diri tanpa syarat. Itu harus sama di sini.”

Fine menambahkan bahwa satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik di Gaza adalah melalui penyerahan total dari pihak yang ia sebut sebagai “pendukung teror Muslim.”

Pernyataan ini dilontarkan setelah insiden penembakan yang menewaskan dua staf kedutaan Israel di dekat Museum Yahudi Capitol, Washington, yang menjadi pemicu Fine menyuarakan retorika agresif tersebut. Namun, komentarnya segera menuai kecaman luas dari berbagai pihak.

Para pegiat hak asasi manusia, akademisi, dan pengamat politik mengecam pernyataan tersebut sebagai bentuk eskalasi serius dari retorika genosida yang semakin mengemuka dalam wacana politik Amerika terkait konflik Israel-Palestina.

“Seruan untuk menggunakan senjata nuklir terhadap wilayah yang padat penduduk sipil seperti Gaza merupakan advokasi terbuka terhadap kejahatan perang,” ujar Sarah Levinson, analis politik dan pakar hukum internasional. “Ini bukan hanya retorika ekstrem, ini adalah pernyataan yang merendahkan kemanusiaan warga Palestina dan membuka jalan bagi normalisasi kekerasan massal.”

Sementara itu, organisasi HAM internasional seperti Human Rights Watch dan Amnesty International juga mengutuk komentar Fine, menyebutnya sebagai “tidak manusiawi dan mengancam perdamaian global.” Mereka menyerukan agar Kongres dan pemerintah AS mengevaluasi ulang posisi serta retorika para pejabatnya yang dinilai dapat memicu kekerasan lebih lanjut.

Seruan Fine juga memperdalam kekhawatiran atas meningkatnya normalisasi dehumanisasi terhadap rakyat Palestina dalam politik AS, yang oleh para kritikus disebut semakin menjauh dari prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.

Leave a Comment

Related Post