Polres Pasangkayu Sosialisasikan Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme

Ahmad Fairozi, M.Hum.

24/05/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Pasangkayu – Dalam upaya memperkuat ketahanan ideologi dan mencegah penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, Kepolisian Resor (Polres) Pasangkayu menggelar sosialisasi pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme pada Jumat (23/5). Kegiatan ini berlangsung di Baruga Wicaksana Laghawa, Mapolres Pasangkayu.

Kapolres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata keseriusan kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan. “Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan Polres Pasangkayu dalam menjaga stabilitas keamanan dan ideologi negara,” ujar AKBP Joko Kusumadinata di hadapan peserta kegiatan.

Sosialisasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah, antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasangkayu H. Muslim Halimain, Kepala Dinas Sosial, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para camat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jajaran perwira dan Bhabinkamtibmas Polres Pasangkayu.

Menurut Kapolres, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembekalan wawasan kebangsaan bagi seluruh anggota Polri agar tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan konstitusi dan ideologi bangsa. “Kegiatan ini sangat penting agar para personel Polri tidak terpapar ideologi yang bertentangan dengan undang-undang dan Pancasila. Kita ingin Polri tetap solid, tidak mudah terprovokasi, dan tidak terjerumus dalam paham intoleransi maupun radikalisme,” tegas Joko.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa sosialisasi ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan dan mencegah berkembangnya ideologi ekstrem. “Ini adalah momentum untuk mempererat sinergi antar-lembaga dan tokoh masyarakat dalam menjaga kedamaian serta menangkal benih-benih ekstremisme,” imbuhnya.

Kegiatan ini, menurut Kapolres, sekaligus menjadi bentuk komitmen kuat Polres Pasangkayu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Melalui kegiatan ini, kami menegaskan komitmen Polri untuk tidak boleh lelah menjaga NKRI dari segala bentuk ancaman ideologi radikal,” ujar Kapolres menutup sambutannya.

Senada dengan itu, Kepala Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat Densus 88 Anti Teror Polri, AKBP J. Budi Harahap, turut memberikan pemaparan mengenai strategi pencegahan radikalisme. Ia mengingatkan bahwa radikalisme dan intoleransi tidak hanya mengancam secara fisik, tetapi juga merusak kehidupan sosial dan kebangsaan dari dalam.

“Radikalisme dan intoleransi bukan hanya menjadi ancaman fisik, tetapi juga racun yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama melawan berbagai bentuk ancaman tersebut,” tegas AKBP Budi Harahap.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Polres Pasangkayu berharap semangat kebangsaan dan sikap toleran di tengah masyarakat dapat terus terjaga sebagai benteng terhadap segala bentuk ancaman ideologi yang berpotensi memecah-belah bangsa.

Leave a Comment

Related Post