Kiat Sukses Membuat Tulisan yang Berdampak

Devi Ardiyanti

24/05/2025

4
Min Read
menulis

On This Post

Menulis adalah mencipta, dalam suatu penciptaan seseorang mengarahkan tidak hanya semua pengetahuan, daya, dan kemampuannya saja, tetapi ia sertakan seluruh jiwa dan napas hidupnya. – Stephen King

Harakatuna.com – Tujuan seseorang menulis bukan sekadar menuntaskan tulisannya, memberi pemahaman tentang suatu hal, mentransfer informasi yang dimiliki, atau berbagi pengalaman dalam hidup. Akan tetapi, ada tujuan yang lebih luas lagi yaitu memberikan dampak baik bagi para pembaca. Menulis yang berdampak ini tentunya tidak bisa hanya menjadi tujuan saja tanpa aksi nyata, melainkan harus diusahakan oleh seorang penulis.

Poin penting saat penulis ingin membuat tulisan yang berdampak adalah fokus pada kejelasan makna. Artinya, ketika pembaca membaca tulisan yang dibuat oleh penulis, maka tidak akan merasa adanya ambiguitas dalam tulisan. Kejelasan makna memberikan peluang lebih banyak untuk mendapatkan perhatian dari pembaca.

Penulis harus berani membuat gebrakan baru dari tulisannya, bukan sekadar membagikan curahan hati saja, tetapi buatlah curahan hati itu menjadi kisah yang menginspirasi pembaca. Tulisan yang dikemas dengan baik dan disampaikan dengan hati, maka akan sampai juga ke hati para pembacanya.

Kendati demikian, sebagai seorang penulis, perlu kiranya memperhatikan setiap kata dan kalimat yang disusun sehingga lebih bisa diterima oleh khalayak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menulis agar memiliki dampak bagi pembaca di antaranya sebagai berikut.

1. Menentukan tema tulisan yang menarik

    Pemilihan tema yang menarik menjadi langkah awal dalam menyusun tulisan yang berdampak. Pada hakikatnya, tema tulisan merupakan gagasan atau ide utama yang menjadi pondasi dalam menulis. Dengan demikian, pilihlah tema yang relevan dengan masa kini atau hal-hal yang menjadi permasalahan di masyarakat saat ini. Misalnya, akan mengambil tema yang sedang hangat diperbincangkan yaitu kritik terhadap pemerintah, pendidikan di Indonesia, isu-isu sosial dan politik, ekonomi yang melemah, dan sejenisnya.

    2. Memilih topik pembahasan yang relevan

    Setelah menentukan tema sebagai pondasinya, selanjutnya adalah memilih topik pembahasan yang sedang tren di masa kini. Topik pembahasan memiliki fungsi sebagai fokus dari arah pembahasan yang akan dituliskan. Dengan begitu, seorang pembaca mampu dengan jelas memahami apa yang sedang disampaikan oleh penulis. Misalnya, tema yang diangkat mengenai pendidikan di Indonesia dan topik pembahasannya adalah ikhwal kesenjangan digital, kurikulum pendidikan, kesejahteraan guru, kekerasan yang terjadi di sekolah, dan sejenisnya.

    3. Melakukan riset mendalam

    Tidak dapat dipungkiri bahwa menulis membutuhkan riset terlebih dahulu. Mengapa riset dalam menulis itu menjadi hal yang penting? Alasannya karena riset dapat membantu memastikan keakuratan data maupun fakta yang ada, membangun dasar-dasar pengetahuan yang kuat berbasis riset, memaksimalkan kualitas tulisan yang dihasilkan, memperdalam sudut pandang seorang penulis, dan tentunya membuat seorang penulis memiliki modal yang baik bagi tulisan-tulisannya.

    4. Memperhatikan gaya penulisan

    Menciptakan tulisan yang berdampak juga perlu memperhatikan gaya tulisannya. Gaya penulisan ini mencakup beragam aspek, seperti naratif, deskriptif, persuasif, dan ekspositori. Selain itu, dalam gaya penulisan juga perlu memperhatikan diksi yang digunakan, tatanan kalimat atau paragraf yang saling berkesinambungan, dan pemakaian makna kiasan dalam sebuah tulisan. Gunakan gaya penulisan yang mudah dipahami oleh pembaca.

    5. Merevisi dan mengedit tulisan

    Hal yang tidak kalah penting dalam menulis ialah merevisi dan mengedit tulisan. Sebelum tulisan terbit, sebaiknya seorang penulis harus membaca ulang terlebih dahulu tulisan yang dihasilkan. Dengan begitu, penulis bisa melihat dengan jelas bagian mana yang masih perlu perbaikan, hal apa yang masih sumbang, tata bahasa yang digunakan, kejelasan makna dalam tulisan, dan di titik mana tulisan tersebut perlu konsistensi.

    6. Mengajak pembaca untuk berdiskusi melalui tulisan

    Menulis bukan hanya menawarkan tulisan, tetapi dapat memantik diskusi dengan pembacanya. Dengan begitu, tulisan yang dihasilkan mampu memberikan pandangan-pandangan baru dan tentunya aplikatif. Penulis bisa memunculkan sebuah pertanyaan tertentu di sela tulisannya atau mengajak pembaca untuk brainstroming. Langkah ini cukup efektif untuk mengajak pembaca berdiskusi ikhwal tema tulisan yang sedang dibahas dalam karya.

    Beberapa kiat di atas bisa dipraktikkan dan menjadi dasar dalam menulis yang berdampak. Semoga artikel ini memberikan dampak bermanfaat yang signifikan bagi karya-karya yang dihasilkan. Pada hakikatnya, seperti yang dikatakan oleh Stephen King bahwa menulis adalah bagian mencipta dengan seluruh jiwa raga.

    Leave a Comment

    Related Post