Harakatuna.com. Yerusalem – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan bersama dari Prancis, Inggris, dan Kanada yang mengecam perluasan operasi militer Israel di Jalur Gaza. Dalam sebuah unggahan di media sosial X pada Senin malam (19/5), Netanyahu menuduh ketiga negara tersebut justru memberi “hadiah” bagi terorisme.
“Dengan meminta Israel untuk mengakhiri perang defensif demi kelangsungan hidup kami sebelum Hamas benar-benar dihancurkan, dan dengan menuntut pembentukan negara Palestina, para pemimpin di London, Ottawa, dan Paris menawarkan hadiah besar untuk serangan genosida terhadap Israel pada 7 Oktober,” ujar Netanyahu, merujuk pada serangan Hamas terhadap Israel pada tahun 2023.
Netanyahu menyatakan bahwa sikap ketiga negara Barat tersebut, yang selama ini dianggap sebagai sekutu dekat Israel, menunjukkan ketidakkonsistenan dalam memerangi terorisme. “Ini adalah perang peradaban atas kebiadaban. Israel akan terus mempertahankan dirinya dengan cara yang adil hingga kemenangan total tercapai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Netanyahu menyebut bahwa Israel mendukung visi mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai solusi konflik di Gaza, dan mendesak negara-negara Eropa untuk mengikuti pendekatan serupa. “Israel menerima visi Presiden Trump dan mendesak semua pemimpin Eropa untuk melakukan hal yang sama,” katanya, dikutip dari Al-Monitor, Selasa (20/5).
Namun, Netanyahu tidak merinci lebih lanjut visi atau rencana Trump yang dimaksud. Sebelumnya, Trump memang pernah mengusulkan sejumlah gagasan kontroversial terkait Gaza, termasuk usulan Amerika Serikat untuk mengambil alih wilayah tersebut.
Menambah polemik, pada pekan lalu NBC News melaporkan bahwa pemerintahan Trump tengah merancang rencana relokasi satu juta warga Palestina dari Gaza ke Libya. Namun, laporan tersebut dibantah oleh Kedutaan Besar AS di Libya. Melalui pernyataan resmi yang dirilis di media sosial X pada Minggu (18/5), Kedubes AS menyatakan bahwa laporan itu tidak benar dan tidak mencerminkan kebijakan pemerintah AS.
Sementara itu, pernyataan gabungan dari Prancis, Inggris, dan Kanada menyerukan agar Israel menghentikan eskalasi militer dan segera membuka jalan bagi penyelesaian damai yang mencakup pembentukan negara Palestina. Ketiga negara menyuarakan keprihatinan mendalam atas dampak kemanusiaan dari konflik yang terus berlanjut, khususnya terhadap warga sipil di Gaza.








Leave a Comment